Bahkan saat baru diambil dari pohon, masih terdapat lebah-lebah madu kecil yang terendam di dalamnya.
“Terlebih lagi di Dukuh Butuh Kidul dan Butuh Lor, tingkat kemanisannya berbeda dengan lainnya. Sehingga ketika dijadikan gula jawa, maka kami menyebutnya gula jawa madu,” kata dia.
Selain tingkat manis yang berbeda, gula jawa di Tridadi dibuat tanpa campuran gula putih. Harga jualnya pun lebih mahal.
Jika di pasaran harga gula jawa mencapai Rp18-20 ribu per kg, maka gula jawa madu produksi Triwidadi, harganya bisa menembus Rp25-30 ribu per kg.
“Pasar masih terbuka luas, karena permintaan ada terus dari pedagang-pedagang di berbagai pasar besar di Yogyakarta. Namun minimnya orang yang mau menjadi penderes membuat usaha tradisional bertambah redup hidupnya,” kata Irwan.
Ketua Kelompok Tani ‘Ngudi Mulyo’ Dusun Butuh Kidul, Rajiman mengungkapkan dulunya empat pohon kelapa bisa menghasilkan tujuh liter nira.
“Sekarang dari empat pohon hanya dapat 1-2 liter sudah bagus,” pungkasnya. (Set)
Halaman: 1 2
