Mencicipi Lezatnya Soto Empal Kerbau, Resep dari Sang Nenek Sejak Zaman Belanda

by

Sleman, Koran Jogja – Soto empal kebo atau kerbau kini melengkapi kekayaan kuliner di Yogyakarta. Warung yang bernama Soto Empal Kenanga di Jalan Kenanga II nomor 66, Juwangen, Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman menghadirkan citarasa soto khas Jogja dengan resep zaman Belanda.

Pemilik dari Soto Empal Kenanga, Tedi Wintoko mengatakan, soto yang disajikannya ini merupakan resep dari sang Nenek. “Resep dari nenek yang tahun 1936 itu dari Jogja pindah ke Sumatera. Dulu dipamerkan ke saya, soto Jogja ya seperti ini,” katanya di warungnya pada Rabu (3/3).

Tedi mengatakan, pada zaman penjajahan Belanda, kakek dan neneknya yang merupakan orang asli Yogyakarta ikut Belanda ke Sumatera untuk membuka kebun kopi. Di sana, kakeknya bekerja di kebun sedangkan neneknya membuka warung soto.

“Resep itu kemudian diturunkan ke ibu. Kalau ibu bilang mau buat soto Jogja, berarti resepnya dari simbah (nenek),” katanya.

Tedi mengatakan, menginjak Sekolah Menengah Atas (SMA) dirinya bersekolah di Yogyakarta. Ia kemudian mencicipi masakan soto yang terkenal di Yogyakarta, namun rasanya berbeda dengan hasil masakan dari ibu atau neneknya.

“Saya cicipi kok beda, apa yang salah. Jadi intinya soto (yang dijual) ini untuk mengenang nenek, menu ini kembali ke Jogja tempat asalnya. Setidaknya bisa melengkapi kuliner soto yang ada di Yogyakarta,” katanya.

Tedi mengatakan, soto ini memakai bihun, tokolan, tomat dan kubis sesuai standar soto kebanyakan di Jogja. Sedangkan bumbu rempah-rempahnya tidak ada yang diblender sehingga kuahnya berwarna lebih bening.  Adapun untuk daging, disediakan berbagai pilihan, seperti ayam potong, dan sapi.

“Istimewanya soto di sini menggunakan empal kebo atau kerbau. Nenek selalu bilang kalau soto Jogja itu enaknya memakai empal. Tapi kami juga tetap menyediakan sapi, babat, dan ayam selayaknya soto Jogja,” katanya.

Tedi berkata, daging kerbau memiliki tekstur yang seratnya lebih besar dan lebut. Sedangkan lemaknya hampir tidak ada. Daging kerbau yang dipakai dalam soto ini pun impor dari India. Sedangkan untuk daging sapi impor dari Australia untuk menjaga kekenyalan dan rasa usai dimasak.

Tedi mengatakan, warung Soto Empal Kenanga baru resmi dibuka mulai Sabtu (6/3). Setiap harinya melayani pukul 06.00 hingga 16.00 WIB. “Kami ingin menghadirkan soto yang enak dan bersih. Orang bisa menikmati soto di lokasi yang berada di tengah sawah,” katanya.

Adapun untuk harga satu porsi soto sebesar Rp9 ribu. Sedangkan satu porsi empal kerbau maupun sapi, Rp25 ribu.

Bagi anda yang penasaran ingin mencicipi, cukup mudah untuk menuju ke warung Soto Empal Kenanga ini. Karena lokasinya cukup strategis, sekitar 500 meter jaraknya dari Candi Sambisari ke selatan atau dua kilometer dari Candi Prambanan ke arah barat.(rid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *