Mulai Ramai, Kunjungan Ke Malioboro Bakal Dibatasi 2 Jam

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Kawasan Malioboro mulai dipadati wisatawan, meskipun pada malam hari lampu dipadamkan. Pengelola Malioboro berinisiatif membatasi durasi kunjungan wisatawan maksimal dua jam.

Pada Minggu (26/9) siang kawasan Malioboro terlihat ramai pejalan kaki dan sepanjang Jalan Mataram banyak mobil berplat luar yang berkeinginan masuk.

“Estimasi kami saat akhir pekan ini pengunjung Malioboro menembus angka seribu orang. Ini jauh meningkat dibandingkan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 sebelumnya,” kata Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Ekwanto.

Bahkan pada Sabtu (25/9) malam, Ekwanto membenarkan berjubelnya wisatawan hingga larut malam. Padahal pihaknya sudah mengambil kebijakan dengan memadamkan lampu utama pukul 21.00 WIB agar orang-orang bergegas pulang.

“Warga masyarakat sudah begitu merindukan Malioboro. Akses ke Malioboro lumayan macet karena kantong-kantong parkir belum dibuka. Banyak yang pengen hanya sekadar lewat Malioboro saja,” katanya.

Ekwanto mengatakan melihat animo masyarakat tinggi ke Malioboro pihaknya bakal memanfaatkan untuk menggulirkan simulasi durasi kunjungan. Dalam simulasi yang digelar mulai Jumat (24/9), setiap pengunjung maksimal memiliki waktu berkunjung dua jam.

“Pengunjung Malioboro diwajibkan melakukan scan barcode yang terhubung sistem ‘Sowan Jogja’. Melalui skema itu, waktu kunjungan seluruh wisatawan dapat terpantau. Jika lebih dari dua jam, sistem akan memberikan notifikasi agar pengunjung bergeser,” jelasnya.

Sebagai upaya tidak terjadi kluster dan penerapan protokol kesehatan, Ekwanto mengatakan sudah mensiagakan personel secara penuh dan maksimal.

“Karena walaupun belum dibuka, tapi sudah ramai. Kami dibantu OPD lain, dari Dishub, dan Satpol PP. Personel kami (Jogoboro) juga dikerahkan. Kita mengedukasi pengunjung yang tidak mentaati prokes,” pungkasnya.(set)