Pasar Non Esensial Di Kota Yogyakarta Ditutup

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Dinas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta memutuskan menutup beberapa pasar yang komoditi dagangnya tidak termasuk kebutuhan esensial atau kebutuhan sehari-hari.

“Mulai hari ini kita resmi menutup pasar-pasar tersebut sampai berakhir masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat pada 20 Juli nanti,” kata Kadisperindag Kota Yogyakarta, Yuniato Dwisutono, Kamis (8/7) di Balai Kota.

Beberapa pasar yang ditutup seperti di Beringharjo bagian barat yang menjual pakaian, Pasar Pasty yang komoditasnya didominasi tanaman hias dan hewan, Pasar Klithikan Pakuncen (menjual spare part motor), dan pasar sepeda Pasar Tunjungsari.

Keputusan menutup pasar-pasar ini menurutnya dari evaluasi lima hari pelaksanaan PPKM darurat. Pasar-pasar non esensial ini menimbulkan kerumunan sehingga membuat tidak efektif.

Sedangkan untuk pasar-pasar yang memenuhi kebutuhan sehari-hari atau esensial, Yunianto menyatakan tetap diperbolehkan buka tetapi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Salah satunya adalah pembatasan jam buka dan pengurangan kapasitas pengunjung hingga 50 persen,” jelasnya.

Kedepan, pengawasan di pasar-pasar esensial dilakukan secara intens dengan mengajak beberapa elemen seperti dengan lurah pasar serta paguyuban pasar pedagang. Ini bertujuan agar tidak lagi terjadi kerumunan selama aktivitas pasar berlangsung.

Selain itu menutup pasar-pasar non esensial, Disperindag juga menertibkan luberan pedagang-pedagang di sekitar pasar Pasar Sentul dan Pasar Demangan karena turut menyebabkan kerumunan.

Sebagai solusi, masyarakat diminta mengurangi pembelian langsung ke pasar dan mengalihkan ke pembelian secara online. Pemkot Yogyakarta sendiri telah bekerjasama dengan swasta dan ada pemberian diskon harga hingga Rp10 ribu.

“Pembelian minimal belanja Rp 30 ribu mendapat potongan voucher Rp 10 ribu,” ucapnya.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *