Pengedar Sabu 4 Kg Diamankan Polres Sleman

by

Sleman, Koran Jogja – Jaringan pengedar sabu-sabu yang selama ini beroperasi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dibongkar jajaran Sat Narkoba Polres Sleman. Merupakan bagian dari jaringan narkoba internasional, empat pelaku diamankan dengan barang bukti empat Kg sabu-sabu siap jual.

Dalam rilis kasus di Mapolres Sleman, Kamis (3/6), Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto menyatakan kasus ini terungkap dari pemetaan alur peredaran sabu-sabu di DIY dari keterangan para pengguna dan pengedar yang diamankan sebelumnya.

“Dari pemetaan ini akhirnya ditemukan bagaimana alur pengiriman dan pergiriman sabu-sabu hingga masuk ke DIY. Kita berhasil mengamankan tiga orang di Karanganyar, Jawa Tengah pada Minggu (16/5),” jelasnya.

Tiga orang yaitu WDP warga Karanganyar, MA dan RYA yang beralamatkan di Malang, Jawa Timur yang merupakan pengedar sekaligus kurir. Lewat keterangan ketiganya, polisi mendapatkan nama FH di Malang, Jawa Timur yang memerintahkan pengiriman.

Pengeledahan di rumah FH polisi menemukan barang bukti sabu-sabu dengan keseluruhan berat mencapai 4,014 Kg yang jika dirupiahkan mencapai Rp4,8 miliar. Selain itu terdapat satu air gun dan pistol rakitan yang diamankan sebagai barang bukti.

Kapolres menambahkan keempat pelaku berprofesi wiraswasta dan mendapatkan bayaran Rp25 juta untuk pengiriman barang serta bonus jika barang sudah beredar. Dugaan dikendalikan oleh pelaku lainnya yang berada di balik layar dan saat ini terus dilakukan penyelidikan mendalam.

Soal apakah dari empat orang ini salah satunya merupakan anggota kepolisian? Kapolres menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman. Jika terbukti maka akan proses sesuai aturan.

Kasat Resnarkoba Polres Sleman, AKP Ronny Prasadana mengungkapkan sabu-sabu ini adalah barang selundupan dari China yang masuk ke Jawa Timur. Dari sini barang dikirimkan ke seluruh Jawa termasuk Jakarta dengan berat sesuai permintaan.

“Namun untuk empat Kg ini para kurir ini dibayar Rp25 juta. Mereka tidak hanya sekali mengirim, namun beberapa kali. Ini adalah barang bukti terbanyak dan jaringan terbesar yang berhasil dibongkar se-DIY,” jelas Kasat Ronny.

Soal bagaimana cara pengiriman hingga ke tangan pengedar, Kasat mengatakan kurir menggunakan mobil rental dan sepeda motor dimana kendaraan ini diamankan.

Berdasarkan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika (UU Narkotika) keempat orang diancam hukuman penjara seumur hidup atau minimal 20 tahun penjara.(set)