Tak Semua Pengunjung Indogrosir Sleman Bisa Rapid Tes

by 4 weeks ago

Sleman – Ada sekitar 15.000 orang yang berbelanja di pusat perbelanjaan Indogrosir, Jalan Magelang, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman dalam periode 19 April sampai 4 Mei. Dari jumlah tersebut nantinya hanya 5 persen saja yang bisa mengikuti rapid tes massal dalam rangka tracing penyebaran Covid-19 di sana.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan rapid tes massal ini akan diselenggarakan di GOR Pangukan Sleman pada 12 sampai 14 Mei mendatang. Kuotanya hanya 1.500 orang saja bagi para pengunjung Indogrosir.

“Mereka yang belanja dari 19 April sampai 4 Mei tercatat nota yang keluar ada sekitar 15 ribu yang belanja,” katanya dalam keterangannya pada Sabtu (9/5).

Sri Purnomo mengatakan pengunjung Indogrosir yang ingin mengikuti rapid tes massal tersebut harus melalui mekanisme pendaftaran online.

“Pendafataran online dibuka besok (Minggu, 10/5) pagi jam 06.00 WIB, sampai kuota terpenuhi. Kalau sistem pendaftaran online bisa jadi sehari selesai, bisa setengah hari selesai karena peminat banyak satu jam juga bisa selesai,” katanya.

Sri Purnomo mengatakan pastinya banyak bermunculan pertanyaan dari masyarakat atau pengunjung Indogrosir mengenai rapid tes massal tersebut. Seperti nota belanja hanya satu sedangkan saat berkunjung ada yang bersama anggota keluarganya, ataupun nota yang sudah hilang.

Termasuk ketika nantinya ada yang tidak bisa mendaftar karena kuota pendaftarannya sudah terpenuhi. Untuk itu ia menekankan kepada camat maupun kepala desa supaya memberikan informasi kepada warganya yang ingin rapid tes massal.

“Bagaimana kalau tidak bisa rapid tes massal? di rumah sakit swasta, seperti di Jogja International Hospital), atau di rumah sakit lain, mereka menyelenggarakan rapid tes mandiri berbayar,” ucapnya.

Kalaupun ada yang tidak mau rapid tes, Sri Purnomo berkata terpenting mereka tetap berada di rumah dan menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Termasuk yang struknya hilang juga yang tidak kebagian kuota, tidak usah bingung. Tetap stay di rumah, jaga PHBS selalu menggunakan protab kesehatan WHO,” katanya.

Ketika mengalami gejala demam, sesak nafas, suhu tinggi di atas 38 derajat Celcius, dan mati rasa supaya segera datang ke Puskesmas. “Kalau bau apapun sudah tidak merasakan, segera ke Puskesmas. Insyallah tidak pakai prosedur langsung dilakukan rapid tes,” katanya.

Sri Purnomo mengatakan untuk mereka yang mendapatkan kesempatan ikut rapid tes massal maka seminggu selanjutnya kembali melakukannya ketika hasilnya negatif. “Kalau hasilnya reaktif maka disediakan tempat isolasi di bawah pengawasan dokter,” katanya.

Rapid tes massal kepada pengunjung indogrosir ini dilakukan dalam upaya tracing setelah sebelumnya ada salah seorang karyawan dinyatakan positif Covid-19. Sekitar 344 karyawan dari pusat perbelanjaan itu pun telah dilakukan rapid tes dan diketahui ada 60 di antaranya yang reaktif.(rtt/eks)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *