Permintaan Tinggi, Bantul Datangkan Pasokan Dari Luar

by

Bantul, Koran Jogja – Tingginya permintaan daging kambing dibandingkan pasokan harian di Bantul, menjadikan pasokan daging harus didatangkan dari luar daerah. Pemkab Bantul saat ini berupaya membudidayakan kambing dan domba dalam skala besar.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul Joko Waluyo menyatakan saat ini populasi kambing di Bumi Projotamansari semakin menipis guna memenuhi kebutuhan daging untuk industri kuliner.

“Ratusan pedagang olahan kambing di bumi Projotamansari menembus angka 750 ekor per hari,” katanya, di Bantul, Kamis (17/6).

Dibandingkan dengan tingkat populasi ternak yang hanya mencapai 150.000 ekor. Guna memenuhi kebutuhan ini, dinas menurut Joko harus mendatangkan kambing dan domba dari luar Bantul.

“Pasokan kami mendatangkan dari Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur,” katanya.

Sebagai solusi, Joko menyebut pihaknya saat ini tengah mengembangkan budidaya peternakan kambing dan domba dalam skala besar. Sebagai percontohan, pihaknya telah melakukan studi banding ke Garut, Jawa Barat.

“Pembudidayaan kambing maupun domba di Bantul memungkinkan karena segi geografis dan peternak siap,” kata Joko.

Pengelola di Sate Klathak Pak Pong Muhammad Abdun Nafik membenarkan tingginya permintaan daging kambing untuk konsumsi. Pihaknya dalam sehari membutuhkan minimal sepuluh ekor kambing.

“Rata-rata yang kami butuhkan adalah kambing yang usianya dibawah satu tahun,” katanya.

Karena kesulitan mendapatkan pasokan dari Bantul, pihaknya lebih banyak mendatangkan kambing dari Temanggung, Jawa Tengah.(set)