Politisi PKS: Pers Harus Dibantu Hadapi Pandemi Corona

by 5 months ago

Jakarta – Pemerintah diminta untuk memberikan bantuan usaha pers yang terdampak pandemi Covid-19 ini. Sebab selain mempunyai peran yang penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat juga mampu untuk melawan hoax.

Anggota Komisi I DRR RI Sukamta mengatakan bantuan terhadap usaha pers ini agar mereka bisa mampu bertahan dan terus produktif dalam membantu pemerintah melakukan diseminasi informasi COVID-19 kepada masyarakat.

“Pers ini punya peran penting dalam pandemi COVID-19 mulai dari diseminasi informasi, edukasi kepada masyarakat hingga perang melawan hoax. Tanpa bantuan pers, berbagai informasi pemerintah tidak akan sampai ke masyarakat luas,” katanya dalam keterangan tertulisnya pada Senin (25/5).

Sukamta mengatakan sebelum masa pandemic, sebagian usaha pers sudah mengalami kesulitan akibat perubahan perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi informasi lewa media elektronik. “Kondisi semakin berat saat pandemi datang. Pemerintah harus membantu perusahaan media cetak, elektronik, maupun kantor berita,” katanya.

Bantuan tersebut, menurut Sukamta bisa berupa relaksasi pajak hingga mengajak usaha pers bekerjasama dalam penyampaian informasi mengenai program, aktivitas dan hal lain terkait COVID-19.

“Segala hal bantuan terhadap pers harus tetap memperhatikan asas ketaatan hukum dan kepatutan masyarakat,” kata dia.

Sukamta juga menyebut jangan sampai bantuan ini membuat pers hilang daya kritisnya kepada pemerintah.

Menurutnya dalam kondisi krisis akibat pandemi seperti ini, peluang penyimpangan dari sisi kebijakan dan anggaran semakin besar akibat diskresi aturan yang dapat memicu moral hazard penyelenggara negara, maka disini pers punya peran penting menjadi saluran masyarakat untuk ikut mengkritisi kebijakan yang menyimpang.

Sementara, pers sebagai pilar keempat dari demokrasi harus bisa menjaga independensi dengan pemerintah dengan tetap mengedepankan kode etik jurnalistik.

“Kita tahu selama masa pandemi COVID-19 pers telah banyak berperan dalam membangun kesadaran publik untuk melakukan physical dan social distancing. Namun demikian terkadang pers hanya menyambungkan suara dari pemerintah tanpa memberikan pembanding yang kuat,” katanya.

Sukamta mengatakan pers diharapkan juga menyajikan konten-konten berita yang mengupas secara mendalam sehingga punya nilai edukasi yang bermanfaat ke public. Meski konten media straight news yang mungkin lebih banyak digemari masyarakat dan itu menguntungkan bagi media.(rid/els)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *