Polres Bantul Izinkan Bus Naik ke Mangunan dengan Syarat

by

Bantul, Koran Jogja – Selama libur lebaran, Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengizinkan bus besar naik ke kawasan wisata Mangunan dari Imogiri dengan syarat khusus.

Pos pengamanan juga akan didirikan di jalur rawan Cino Mati, Kecamatan Pleret.

Usai merilis penangkapan tiga pelaku pencurian dengan pemberatan di Polsek Jetis, Selasa (19/4), Ihsan mengatakan menyambut libur lebaran pihaknya akan mengerahkan 500 personil untuk pengawasan dan mendirikan empat pos pemantau.

“Empat pos akan kita dirikan di Jalan Piyungan, Jalan Parangtritis, Jalan Srandakan dan Jalan Wates dengan tujuan untuk memperlancar kedatangan serta kepulangan pemudik dengan mengarahkan ke jalur-jalur alternatif agar tidak menimbulkan kemacetan,” ucapnya.

Meski akan bersifat tentatif, termasuk di jalur masuk kawasan pantai selatan. Kapolres mengatakan pengarahan ke jalur alternatif kemungkinan besar akan diterapkan dan menunggu hasil rapat koordinasi dengan Pemkab Bantul.

Di jalur rawan kecelakaan Cinomati, petugas di pos keamanan yang ditugaskan akan meminta kendaraan yang tidak layak naik untuk mengambil jalan memutar.

Sementara, untuk bus besar yang menuju ke kawasan wisata Mangunan dari Imogiri nantinya akan tetap diizinkan melintas namun dengan memenuhi syarat wajib yaitu menggunakan gigi kecil.

“Demikian juga dengan semua kendaraan yang turun dari Mangunan ke Imogiri, kita himbau untuk juga menggunakan gigi kecil sebagai antisipasi kecelakaan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu,” katanya.

Sedangkan untuk pengamanan malam lebaran, yang diprediksi juga akan banyak pawai takbir. Kapolres mengaku sudah siap tinggal menunggu bagaimana kebijakan Pemkab Bantul.

Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta, Irjen Asep Suhendar menyatakan jajaranya akan melaksanakan operasi Ketupat Progo selama 12 hari sejak 28 April hingga 9 Mei. Diprediksi tahun ini jumlah pemudik yang masuk ke Jogja mencapai 3,9 Juta.

“Berbeda dari dua tahun sebelumnya, tahun diperkirakan 3,9 juta pemudik yang akan memenuhi DIY. Baik yang hanya melintas maupun sebagai kota tujuan dari pemudik. Serta para wisatawan yang akan berlibur karena libur lebaran yang panjang,” katanya.

Karenanya dia menghimbau kepada jajarannya untuk melakukan persiapan matang dan memetakan kerawanan yang ada, sejak pelaksanaan mudik, malam takbiran, silaturahmi saat syawalan, berwisata saat libur lebaran, hingga pelaksanaan arus balik.

Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul Rahmadian Wijayanto menyatakan menyambut lebaran tahun ini pihaknya telah menyiapkan rencana lalu lintas dan melibatkan 854 personel dari berbagai unsur meliputi TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Ormas dan OPD terkait.

“Tahun ini pemudik ke Gunungkidul akan mengalami peningkatan 10 persen dibanding 2019 yang sejumlah 30 ribu orang. Mereka akan masuk ke Gunungkidul dengan 60 persen menggunakan kendaraan pribadi dan sisanya angkutan umum,’ lanjut Rahmadian. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *