91 Pendorong Gerobak Malioboro Terima Bantuan Polda DIY

by

Bantul, Koran Jogja – Sebanyak 91 orang pendorong gerobak pedagang kaki lima Malioboro mendapatkan bantuan paket sembako dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dua bulan menganggur, hanya 31 orang yang memilih bertahan mencari nafkah di Malioboro.

Proses pemberian bantuan dilakukan serentak di empat titik pada Kamis (14/4) kepada anggota Paguyuban Pendorong Gerobak Malioboro.

Empat titik pemberian yaitu di Desa Sidoarum (Godean), Desa Ngestiharjo (Kasihan), Desa Tamantirto (Kasihan) dan Pakuncen (Wirobrajan).

“Relokasi di Malioboro ternyata tidak hanya berdampak pada PKL, asongan dan seniman. Namun saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai pendorong gerobak juga sangat terdampak,” kata Panit I Subdit II Dit Intelkam Polda Ipda Asmaun Husna.

Melalui PPGM, Polda berinisiatif memberikan paket sembako untuk meringankan beban para pendorong gerobak. Ipda Asmaun mengatakan untuk memudahkan pendistribusian paket sembako dibagikan secara simbolis.

“Sebelum pendistribusian paket sembako, terlebih dahulu dilaksanakan pendataan terhadap para anggota PPGM yang masih aktif guna mendapatkan bantuan dari Polda DIY,” ujarnya.

Dirinya berharap melalui bantuan tersebut anggota PPGM diajak turut serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.

Ketua PPGM Kuat Suparjono mewakili rekan-rekannya mengucapkan terima kasih dan bantuan ini dirasa sangat membantu perekonomian mereka yang terpuruk.

“Sudah dua bulan kami terkatung-katung relokasi. Ini merupakan mata pencarian satu-satunya bagi kebanyakan anggota kami. Selama 25-30 tahun kami setiap hari mendapatkan Rp10.000 untuk mendorong pulang pergi satu gerobak,” kata Kuat.

PPGM saat ini beranggotakan 91 orang yang setiap harinya mendorong 1.724 gerobak milik PKL Malioboro.

Dari jumlah 91 orang itu, saat ini hanya tersisa 34 orang yang masih memilih untuk bertahan di Malioboro. Sebagian besar lainnya memilih pulang kampung dan bekerja serabutan sebagai buruh tani.

“Namun, per 1 April 2022 oleh Pemkot Yogyakarta kami sudah diberikan pekerjaan sebagai tenaga bantu dengan tugas menjaga ketertiban, kelancaran, dan kebersihan jalur pedestrian di kawasan Malioboro melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Malioboro,” terangnya.

Kuat mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan dari berbagai pihak yang membantu anggota PPGM bisa segera bangkit dalam mencari nafkah dan mensejahterakan keluarga. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *