PTM Di Kota Yogyakarta Menunggu Kajian Epidemiologi Varian Delta

by
Koran jogja

Yogyakarta, Koran Jogja – Wakil Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi memastikan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) masih menunggu kajian epidemiologi varian Delta. Saat ini 83 persen pelajar sudah divaksin.

“Data dari sentra vaksinasi per Sabtu (4/9) kemarin dari 58 ribu pelajar Kota Yogyakarta sudah tervaksin 83 persen. Guru dan karyawan sekolah juga sudah divaksin,” kata Heroe dalam rilis Minggu (5/9).

Meski sekolah sudah siap baik fasilitas maupun metodenya. Pemerintah Kota Yogyakarta masih menunggu aspek epidemiologi sebagai pertimbangan utama pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Kajian epidemiologi ini menurut Heroe akan difokuskan pada potensi terjadinya penularan.

“Hal itu dikarenakan kita menghadapi varian Delta yang menular dengan cepat. Antisipasi kita tentu beda dengan persiapan yang sudah dilakukan pada varian virus Covid-19 sebelumnya,” jelasnya.

Untuk pelajar yang belum mendapatkan vaksin, Heroe menjelaskan bahwa mereka masih berada di luar kota di kampung halamannya masing-masing dan sebagian tidak mendapatkan ijin dari orang tua.

Usai mencapai vaksinasi pada pelajar, Pemkot Yogyakarta bakal fokus menyisir warga yang belum vaksinasi. Percepatan vaksinasi, klaim Heroe termasuk terringgi di Indonesia.

Secara umum Heroe mengatakan bahwa percepatan vaksinasi di Kota Yogyakarta termasuk tertinggi se-Indonesia.

Dari 485 ribu yang tervaksin, Tim Percepatan Vaksinasi menyebut 64 persennya adalah warga ber KTP luar Kota Yogyakarta yang beraktifitas harian di Kota. Sedangkan 36 persen lainnya adalah warga ber-KTP Kota Yogyakarta.

“Dari luar Kota Yogyakarta, dari Sleman mencapai 60 persen, Bantul 34 persen, Gunungkidul 6bpetsen, Kulonprogo 5 persen, dan luar DIY 2,6 persen,” jelasnya.

Percepatan vaksin juga dilakukan dengan menyisir warga yang belum divaksin di tingkat RT. Harapannya, mulai Minggu besok, akan digelar di tingkat vaksinasi.

Warga yang disasar adalah mereka yang berusia 12 tajun ke atas, difabel, lansia, warga luar yang domisili di kota, dan warga Kota Yogyakarta yang belum divaksin.

“Vaksin disediakan oleh Korem dan data melalui organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Yogyaka,” ucapnya. (Set)