Salat idul Fitri Boleh di Masjid atau Lapangan

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Kendati terjadi penurunan kasus covid-19, namun data dari Satgas Covid-19 menunjukan jumlahnya masih sangat besar. Dari data Satgas covid-19 juga menunjukan, selama ada libur panjang, kasus covid-19 hampir selalu bertambah secara signifikan.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, beserta anggota Forkopimda DIY mengikuti rapat koordinasi terbatas (Rakortas) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Rakortas ini membahas kesiapan menghadapi bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1442H, kebijakan pemerintah melalui SE Kementerian Agama RI Nomor 3 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1442H, dan juga SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri 1442H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan 1442H.

“Dalam rangka menjaga kondisi angka kesembuhan Covid-19 yang mulai membaik, pemerintah merasa perlu mengeluarkan kebijakan selama bulan Ramadan dan Idulfitri untuk mencegah penyebaran dan peningkatan angka positif covid-19. Kebijakan pelarangan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya lonjakan covid-19,” ungkap Menko Polhukam, Mahfud MD, saat membuka Rakortas hari ini, Senin (12/04), melalui video conference.

Kebijakan larangan mudik lebaran tahun 2021/1442 H diberlakukan tanggal 6–17 Mei 2021. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan perjalanan ke luar daerah sebelum dan sesudah tanggal tersebut kendati cuti bersama tetap ada.

Kementerian Perhubungan RI juga memiliki kebijakan yang sama dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Pengendalian dilakukan melalui larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi darat, kereta api, laut, dan udara, termasuk kendaraan pribadi.

Adapun pihak yang dilarang untuk melakukan mudik adalah ASN, TNI, Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri, dan seluruh masyarakat. Pengecualian, orang sehat dengan kepentingan mendesak/ dinas dan pergerakan angkutan barang.

Selain peniadaan mudik lebaran, tanggal 6-17 Mei 2021 untuk seluruh wilayah Indonesia, SE Satgas nomor 13 Tahun 2021 juga mencakup ruang lingkup pengendalian kegiatan ibadah selama bulan suci Ramadhan dan kegiatan sholat Idulfitri 1 Syawal 1442H.

Kementerian Agama RI menetapkan kebijakan, sahur dan buka bersama dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti. Untuk salat fardu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf di masjid dilakukan dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/musala dengan menerapkan protokol kesehatan, menjaga jarak aman antar jamaah, dan membawa sajadah serta mukena masing-masing.

Adapun saat Idulfitri 1 Syawal 1442 H dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat.(rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *