Shelter Masih Kosong, Warga Isoman Diminta Pindah

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Pemeritah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta pasien positif Covid-19 yang memilih isolasi mandiri (Isoman) untuk berpindah ke shelter yang sudah disiapkan pemerintah. Saat ini kapasitas shelter baru terisi separuh.

“Semua pasien Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan kami minta untuk selter yang sudah disediakan. Ini untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pasien. Saat ini selter yang disediakan masih banyak yang kosong,” kata Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmitarsih, Jumat (23/7).

Permintaan ini bertujuan agar pasien mendapatkan perawatan yang memadai dari petugas. Pasalnya saat ini pasien positif lebih memilih isoman di tengah penuhnya rumah sakit, sehingga ketiadaan pengawasan dari tenaga kesehatan mengakibatkan banyak yang meninggal dunia.

Data per 21 Juli kemarin, Endang mengatakan di DIY terdapat 54 shelter. Sebanyak 32 shelter dikelola Dinsos dengan kapasitas 816 namun baru terisi 294 orang. Kemudian 12 shelter dikelola pemerintah kabupaten/kota dengan daya tampung 680 orang dan baru terisi 243 orang.

“Sedangkan shelter yang dikelola perguruan tinggi serta hotel berjumlah 10 shelter, daya tampung 869 baru terisi 567 orang,” lanjutnya.

“Tidak aman isoman di rumah apalagi rumahnya yang tidak representatif. Terlebih saat ini virus corona dengan varian Delta sudah masuk DIY dengan kecepatan penularan sampai tujuh kali lipat,” katanya.

Keberadaan pasien akan dipantau tenaga kesehatan, koordinator selter, mendapat makan bergizi tiga kali sehari sesuai anjuran ahli gizi, mendapat vitamin dan obat, serta alat pelindung diri.

Setiap pasien yang wajib menjalani isolasi selama 14 hari dengan mematuhi tata tertib, imbauan atau arahan petugas dan mengikuti kegiatan sesuai jadwal. Petugas nanti akan memeriksa kembali kondisi kesehatan penghuni untuk memastikan masa isolasi telah selesai atau dilanjutkan.(set)