Shin Tae-yong Berharap Kompetisi Bergulir Awal 2021

by

Koran Jogja – Pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong berharap kompetisi Liga 1 dan 2 segera bergulir kembali pada awal 2021. Hal ini ia katakan saat memimpin timnas U-19 yang sedang menjalani pemusatan latihan (TC) di Spanyol.

Kompetisi Liga Indonesia harus segera bergulir demi perkembangan sepak bola Tanah Air yang muaranya ke tim nasional Indonesia.

“Tentu saya sebagai pelatih timnas Indonesia ingin Liga 1 dan 2 segera bergulir. Hal ini sangat penting karena saya bisa memantau para pemain dan melihat perkembangan mereka,” kata Shin Tae-yong dikutip dari laman resmi PSSI, Kamis (14/1).

“Karena melalui kompetisi resmi, pemain akan mendapatkan atmosfer pertandingan. Serta ujung sebuah kompetisi itu timnas. Ini beda dengan kalau hanya training camp dan uji coba dengan timnas negara lain atau klub,” kata pelatih yang mengemban tugas melatih timnas Indonesia U-19, U-23 dan Senior tersebut.

Untuk itu, Shin Tae-yong berharap semua pihak mendukung PSSI yang ingin menggulirkan kembali kompetisi Liga 1 dan 2 pada awal tahun 2021 ini.

“Kalau tidak ada kompetisi Liga 1 dan Liga 2 bagaimana saya bisa memantau pelaksanaan program yang sudah saya siapkan? Kompetisi merupakan jantung pembinaan, saya bisa saja mengambil pemain baru untuk skuat timnas U-19, U-23 maupun senior nantinya,” tukas pelatih berusia 51 tahun tersebut.

Seperti diketahui, PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) terus berusaha agar dapat menggelar kompetisi Liga 1 dan 2 pada awal tahun 2021 ini.

“Terkait kompetisi, PSSI bersama PT LIB terus mengusahakan agar kompetisi bisa berjalan lagi secepatnya. Koordinasi dan silaturahmi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

“Surat resmi kepada pihak kepolisian telah dilayangkan sebanyak tiga kali. Kini semua berpulang kepada pihak kepolisian. Apapun keputusan kepolisian, PSSI tunduk dan patuh,” tambah pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.

PSSI memastikan akan menjalankan Liga dengan protokol kesehatan yang ketat karena masih dalam pandemi Covid-19. Panduan protokol kesehatan untuk kompetisi sudah dibuatkan regulasinya serta diberikan kepada klub. Namun, jika harus berhenti, artinya kompetisi akan dilanjutkan untuk musim 2021.(rls)