Stasiun Yogyakarta Dikembangkan, Kereta Diesel Diganti Bertenaga Listrik

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY berharap pengembangan Stasiun Yogyakarta bisa segera terealisasi. Proyek pembangunan berskala nasional ini rencananya akan dilaksanakan oleh PT. KAI dengan target selesai pada Desember 2023 mendatang.

Guna membahas rencana pengembangan, Direktur Utama PT. KAI, Didiek Hartantyo bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (09/03). Rapat koordinasi ini juga dihadiri jajaran direksi PT. KAI lainnya dan kepala OPD Pemda DIY terkait.

Ditemui usai Rapat Koordinasi tentang Masterplan Pengembangan Stasiun Yogyakarta, Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pertemuan kali ini merupakan pembahasan tahap awal pengembangan Stasiun Yogyakarta. Stasiun Yogyakarta sendiri lebih sering disebut Stasiun Tugu.

“Ini masih gambaran umum dulu. Tapi pada prinsipnya Pak Gubernur bersama Pak Dirut sudah sepakat pengembangan Stasiun Tugu ini akan di-support penuh oleh pemerintah pusat. Terkait pengembangan Stasiun Tugu, yang diinginkan Ngarsa Dalem, untuk bisa disegerakan,” ungkapnya.

Aji menuturkan, dalam pengembangan Stasiun Yogyakarta ini ada kemungkinan melibatkan berbagai unit usaha dan BUMN, tidak hanya PT. KAI saja. Saat ini, Pemda DIY berharap masterplan pengembangan bisa segera ditetapkan, agar proses-proses perizinan yang menjadi tanggung jawab Pemda DIY bisa segera dilakukan pula.

“Kalau sudah begitu, pelaksanaan bisa segera dieksekusi. Untuk mulainya mau kapan, kalau dari Pemda DIY maunya segera saja. Kami di daerah akan memfasilitasi dari sisi perizinan pemanfaatan lahan, sementara untuk pendanaan dan lain-lain oleh PT. KAI. Tinggal nanti kedua pihak bisa bersinergi,” paparnya.

Aji menjelaskan, pengembangan Stasiun Yogyakarta ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan pembangunan transportasi kereta ke arah yang lebih green infrastructure. Ke depannya, kereta-kereta bertenaga diesel akan diubah menjadi kereta listrik.

“Dan stasiun nantinya diinginkan menjadi hub (pusat) antara transportasi global seperti pesawat udara, transportasi komuter, dan transportasi nasional. Supaya masyarakat lebih mudah menggunakan transportasi kereta,” imbuhnya.

Direktur Utama PT. KAI, Didiek Hartantyo mengatakan, kedatangannya kali ini untuk membicarakan rencana pengembangan Stasiun Yogyakarta yang pada dasarnya sudah digagas cukup lama. Rencana pengembangan ini bahkan sudah ada sejak 2011.

“Ngarsa Dalem sudah sepakat dan menyetujui rencana pengembangan ini. Namun harapannya agar dilakukan percepatan-percepatan untuk pembangunannya. Dari pusat pun mengharapkan pengembangan Stasiun Tugu bisa terselesaikan sebelum Desember 2023,” ungkapnya.

Dijelaskan Didiek, Stasiun Yogyakarta itu nanti akan kita kembangkan sesuai dengan konsep ekosistem transportasi, sehingga Stasiun Tugu dapat menggabungkan moda-moda transportasi lainnya, selain kereta api. Harapannya, para penumpang pelanggan kereta api jarak jauh bisa langsung mendapatkan moda transportasi lain begitu sampai Stasiun Yogyakarta, baik bus, kereta komuter, maupun pesawat udara, sehingga terbentuk kesinambungan dalam pembangunan transportasi secara keseluruhan.

“Dalam pengembangannya nanti, PT. KAI bersama Keraton Yogyakarta juga sudah sepakat untuk tetap memperhatikan kearifan dan budaya lokal, serta falsafah yang ada, seperti sumbu filosofis juga kita perhatikan. Kami sepakat apa yang menyangkut kebudayaan dan tata kehidupan menjadi suatu keharusan, sehingga Stasiun Tugu bisa bermanfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Yogyakarta,” ucapnya.(rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *