Sultan Ingin Proses Hukum Pelaku Klitih Ditegakkan

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X meminta aparat proses penegak hukum kepada pelaku ‘klithih’ ditegakkan. Pemda juga fokus mengurusi pelaku klitih yang tidak diterima oleh orang tuanya.

“Pelau klitih sudah ditangkap. Hanya nanti memang ada proses dan saya hanya ingin hukum itu ditegakkan. Aturan itu sudah ada kementerian terkait yang ada. Biarpun dia pelakunya di bawah umur,” kata Sultan di DPRD DIY, Jumat (8/4).

Sultan menegaskan pihaknya bersama Kejaksaan, Kepolisian dan Pengadilan tinggi sudah melakukan pembahasan mengenai pelaku klitih yang pada intinya bisa diselesaikan, disidangkan atau tidak.

“Saya hanya ingin proses hukum dilakukan. Perkara nanti keputusan dilanjutkan gitu, ke proses pengadilan atau tidak bisa, apapun. Ada keputusan. Tapi prosedur sudah dijalani. Saya butuh itu. Ada kepastian,” pintanya.

Saat ini pemerintah dan penegak hukum sudah memiliki proses identifikasi tentang kondisi rumah tangga dan kehidupan keluarga pelaku klitih. Hasil proses ini nantinya akan menjadi dasar keputusan bagi penegak hukum untuk meneruskan atau tidak lewat pengadilan.

“Kami di Dinas Sosial dan beberapa lembaga itu juga sudah menanggapi orang-orang yang terlibat klitih. Kekerasan jalanan,” lanjutnya.

Menurut Sultan, fakta yang ditemukan belum tentu orang tuanya mau menerima lagi dan akhirnya mereka dibina oleh pemerintah. Hal ini pulalah yang mengharuskan Pemda menjadi pengganti orang tua karena mereka tidak diterima lagi.

Di grup wartawan, Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto meminta apakah media bisa mengurangi penggunaan kata-kata ‘klitih’ dalam judul.

“Kasihan klitih yang aslinya semakin terpuruk. Hari ini beberapa media cetak masih menggunakan ‘klitih’ sebagai judulnya,” tulisnya.

Hal yang sama juga disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kombes Ade Ary Syam yang meminta istilah ‘klitih’ tidak lagi digunakan untuk menyebut kejahatan jalanan. Sebab arti kata ‘klitih’ sebenarnya berkonotasi baik seperti jalan-jalan yang menyegarkan.

Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW) Baharuddin Kamba mengatakan perdebatan soal istilah ‘klitih’ tidak menyentuh substansi penyelesaian masalah.’Yang lebih penting itu bagaimana melakukan penanganan, pencegahan dan segera menangkap pelaku kejahatan jalanan,” ucapnya. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *