Tatap Muka di Universitas, Pemda Diminta Tak Diskriminasi

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta Nuryadi sepenuhnya mendukung inisiatif Pemda yang berencana membuka proses pembelajaran tatap muka baik di sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Namun dia meminta tidak ada pembedaan pada mahasiswa.

“Saya mendukung pembukaan proses pembelajaran tatap muka baik di sekolah menengah maupun universitas. Saya kira pengetatan tidak akan bijaksana, dalam tanda petik untuk anak sekolah dan masyarakat ekonomi terlantar,” kata Nuryadi di Kantor DPRD DIY, Kamis (25/3).

Nuryadi berharap di tingkat universitas, Pemda DIY tidak menempuh kebijakan bertingkat, dimana mahasiswa lokal mendapatkan prioritas tatap muka sedangkan yang diluar harus tetap online.

Jika kebijakan ini diterapkan, Pemda DIY bisa dinilai melakukan diskriminasi karena baik mahasiswa lokal maupun non DIY dikenai kewajiban pembayaran sama besaranya oleh kampus.

“Kebijakan itu bakal membuat masalah lebih runyam dan tidak fair. Mereka membayar sama. Maka lebih baik buka tatap muka sekalian untuk semua asalkan penerapan protokol kesehatan diberlakukan ketat,” jelasnya.

Agar tidak menjadi masalah besar, Nuryadi berharap Pemda DIY maupun pengelola kampus memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Dimana setiap mahasiswa yang baru datang dari luar DIY wajib membawa surat bebas Covid-19.

“Keberadaan mahasiswa yang kembali ke DIY saya anggap mampu menumbuhkan kembali perekonomi yang hancur karena pandemi Covid-19.
Sebagai individu yang sudah dewasa, mahasiswa-mahasiswi pasti memahami dan mematuhi apa yang disyaratkan,” kata Nuryadi.

Mengenai kemungkinan kerumunan yang akan timbul saat dibukanya tatap muka di kampus, pengelola kampus berinovasi dengan menerapkan jam belajar yang bergiliran di setiap fakultas.

“Jika ini berhasil dijalankan dengan baik. Ini bakal menjadi contoh bagi daerah lain dan mengangkat predikat ‘Kota Pendidikan’,” katanya.

Sebelumnya, Pemda DIY melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) bakal mengujicobakan pembelajaran tatap muka di sepuluh sekolah menengah di lima Kabupaten/Kota mulai April. Sedangkan untuk perguruan tinggi bakal diberlakukan pada Juni.(set)