Tingkatkan Vaksinasi Difabel dan ODGJ, BIN Gandeng 4 Instansi Gelar Percepatan

by

Gunungkidul, Koran Jogja – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus melakukan upaya percepatan Vaksinasi Covid-19. Salah satunya dengan menyuntikkan vaksin kepada penyandang disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Perwakilan Badan Intelejen Negara (BIN) DIY, Eko Susilo mengatakan, angka vaksinasi covid 19 untuk penyandang disabilitas dan ODGJ di Gunungkidul masih rendah. Untuk itu sebanyak 4 instansi diantaranya seperti BIN, Dinas Kesehatan, BKK dan Dinas Sosial serta Disdikpora melakukan kolaborasi percepatan vaksinasi untuk penyandang disabilitas dan ODGJ. “Sebelumnya lamban progresnya sekarang dipercepat. Hari ini sudah di atas angka 44%,” kata Eko di GOR Siono, Playen Selasa (31/8/2021).

Dikatakannya, BIN bersama Pemkab Gunungkidul berupaya melakukan terobosan untuk mengejar capaian vaksinasi. Adapun kendala yang dihadapi seperti kendala geografis dalam memobilisasi masyarakat rentan seperti Lansia dan juga penyandang disabilitas.

Pihaknya juga melakukan vaksinasi kepada pelajar dan santri pondok pesantren. BIN kembali membuat terobosan permodelan baru dengan cara kolaborasi antar inisiator vaksinasi, yang disingkat dengan KOBARAN VAKSIN.

Pada kolaborasi pertama di GOR Siyono Kapanewon Playen ini, sesuai rencana awal untuk 300 sampai 350 orang, pada perkembangannya diikuti 920 orang. bahkan sasarannya pun bervariasi. Tidak hanya pelajar, dengan menggandeng Dinsos, juga menyasar masyarakat berkebutuhan khusus, seperti penyandang disabilitas atau masyarakat yang terhalang askesnya untuk mendapatkan vaksin. “Khusus kelompok tunanetra secara door to door dengan mendatangi rumah ke rumah,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengakui angka vaksinasi untuk penyandang disabilitas dan juga ODGJ masih rendah. Di mana sasaran penyandang disabilitas dan ODGJ sebanyak 4151 orang. Namun untuk vaksinasi dosis I baru 496 orang atau 11,95 persen. “Dosis kedua baru 22 orang,” kata Dewi.(mar)