Tips Berdagang Supaya Berkah dari Dosen UIN Suka Yogyakarta

by
Pedagang pasar

Sleman, Koran Jogja – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga, yang juga pengelola Rumah Makan Selaras, Miftachul Choiri, S. Sos., M. Si., membagikan tips bagaimana supaya berkah dalam aktivitas berdagang. Hal itu diungkapkannya saat melakukan pendampingan di pasar Desa Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul beberapa waktu lalu.

Miftachul Choiri mengatakan, nilai-nilai Islam mengajarkan agar berdagang menghasilkan keuntungan yang berkah dan usaha dagang bisa berkembang dengan baik.

Menurutnya, tips beberapa di antaranya yakni niatkan semua usaha dagang semata karena untuk mendapat ridla dari Allah SWT, istiqomah untuk selalu melakukan perbuatan yang baik. Kemudian juga bersungguh sungguh dalam berdagang, cerdas menawarkan dagangannya.

“Bersikap ramah kepada setiap pembeli, bersaing secara sehat, saling membantu dan peduli antar pedagang, maupun menjaga kebersihan dan menata dengan baik barang dagangannya,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/3).

Miftachul Choiri berkata, perlu juga dipahami etika jual beli, diantara; jujur, menjual barang dagangan yang berkualitas, tidak ada unsur judi/ngijon, tidak mengurangi timbangan. Kemudian juga tidak membuat pembeli kecewa.

“Karena satu kali kecewa tak akan membeli lagi bahkan bisa menyebarkan kekecewaan kepada pembeli lain, menjual barang dagangan yang jelas,” katanya.

Miftachul Choiri juga menjelaskan agar tidak mencari berkah kepada dukun atau paranormal, cukuplah kepada Allah SWT untuk memohon pertolongan.

“Dengan shalat dhuha, shalat tahajut atau shalat hajat, bersihkan keuntungan dagang dengan berzakat dan bersedekah, Insya Allah usaha menjadi berkah, awet dan berkembang,” ucapnya.

Pendampingan ke sejumlah pedagang ini merupakan klas pendampingan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dekan FEBI UIN Suka, Dr. Afdawaidza, M. Ag, mengatakan, wilayah DIY terdapat tidak kurang dari 402 pasar tradisional, 50% berada di wilayah pedesaan. Keberadaan pasar tradisional dengan jumlah pedagang pasar yang begitu banyak itu sangat penting artinya bagi kemajuan perekonomian bangsa.

Menurutnya, dibutuhkan uluran tangan dari negara agar keberadaan mereka semakin mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat utamanya di pedesaan.

Oleh karena itu LPPM UIN Sunan Kalijaga sebagai kepanjangan tangan Negara berupaya melakukan sinergi dengan dinas instansi terkait untuk memajukan pasar melalui pendampingan berkelanjutan.

“Lebih lebih di masa Pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan motivasi dari semua pihak agar para pedagang pasar bisa terus beraktivitas,” ucapnya.(rid)