TNI AL Berkomitmen Bantu Mahasiswa Membangun Negeri

by

Bantul, Koran Jogja – Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono memastikan pihaknya bakal berkomitmen membantu dan menyiapkan kebutuhan bagi mahasiswa untuk membangun negeri.

Hal ini disampaikan KASAL Yudo saat berbicara di Rapat Kerja Nasional Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Ke-14, pada Senin (27/09) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Dalam acara yang bakal berlangsung sampai Rabu (29/9), selain KASAL juga turut berbicara Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Mereka berpesan kepada perwakilan 170 universitas seluruh Indonesia agar bersinergi membangun bangsa.

“Sebagai penerus bangsa, harus memiliki karakter yang kuat, diikuti kemampuan berkolaborasi dan bekerjasama yang baik, hal ini akan menjadikan kalian pencetak sejarah yang unggul,” kata KASAL.

KASAL Yudo mengatakan mahasiswa jangan takut juga jangan sungkan untuk mengajak bersinergi untuk membangun bangsa yang lebih baik lagi. TNI AL berkomitmen siap membantu apa yang mahasiswa butuhkan dalam membangun negeri ini.

Dalam Rakernas yang mengambil tema besar ‘Satukan Gagasan Bangun Indonesia Berkemajuan’, Laksamana Yudo berkatas sebagai kaum akademisi, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan akademik. Namun juga dituntut bersama-sama membangun jiwa dengan karakter yang kuat.

“Sebagai mahasiswa yang ingin membangun bangsa, yang kita bangun bukan hanya kecerdasan akademik semata, tetapi juga kecerdasan emosional juga moral,” jelasnya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, berpesan agar mahasiswa bersatu, menjadi pribadi solutif, dan menyatukan gagasan dalam membangun bangsa.

“Menjadi Indonesia itu adalah sesuatu yang tak mudah dan luar biasa. Berasal dari berbagai daerah, bukan hanya Jawa, Kalimantan, Papua, dan suku budaya lainnya,” katanya.

Sebagai satu bangsa yang hebat, karena itulah seluruh bangsa dan mahasiswa harus bersatu, walaupun berasal dari pemikiran yang berbeda kita harus tetap satu gagasan yang sama dalam membangun Indonesia ini.

“Jangan sampai Rakernas ini menghasilkan pemikiran yang tidak actionable. Buatlah terobosan untuk membangun negeri ini. Jadilah pribadi yang solutif bagi permasalahan yang ada di masyarakat,” papar Anis.

Sementara itu, Rektor UMY Gunawan Budiyanto, dalam sambutannya juga berpesan mahasiswa harus bisa seimbang dalam menilai sesuatu.

“BEM adalah badan eksekutif mahasiswa yang mempunyai privilege untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa yang lain ataupun masyarakat luas,” katanya.

Namun diharapkan mahasiswa juga harus bisa seimbang serta adil dalam menilai atau mengkritik sesuatu. Kedepan dalam membangun bangsa mahasiswa diminta tidak menilai dari satu sisi saja. Sebab itu rasanya tidak adil, karenanya harus melihat dari berbagai sisi yang berbeda.(set)