TPST Piyungan Dibuka, Armada Sampah Akan Dibatasi

by

Bantul, Koran Jogja – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta akan menerapkan pembatasan jumlah armada pengangkut sampah yang masuk ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

Kamis (12/5) pagi, sesuai kesepakatan antara warga dan Pemda DIY pada pertemuan Rabu (11/5) sore. Blokade terhadap akses masuk TPST Piyungan resmi dibuka.

Dibuka pukul 08.30 WIB, puluhan truk dan pick up pengangkut sampah berjubel antri masuk.

“Kami akan melakukan pembatasan jumlah armada yang masuk nanti. Semuanya akan kita atus sesuai dengan kemampuan di lapangan,” kata Kepala Balai Pengelolaan Sampah DLHK DIY, Jito dilokasi.

Pihaknya mengaku juga menghimbau kepada petugas di Kota Yogyakarta dan Sleman untuk tidak terburu-buru mengirimkan armada sampai kondisi longgar. Selain akan menimbulkan antrian panjang, keberadaan armada memberi dampak pada lingkungan sekitar.

Jito memaparkan secara teknis, sebenarnya waktu bongkar bagi armada dump truk tidak butuh lama. Berbeda dengan armada kecil-kecil yang belum bisa tentu waktunya.

“Semua sampah akan kita taruh dan diratakan pada zona A dan B. Seluruh alat berat kita fokuskan pada proses pembongkaran,” jelasnya.

Mewakili warga Dusun Banyakan, Desa Sitimulyo. Koordinator Banyakan Menolak Banyakan Melawan Herwin Arfianto menyatakan keputusan membuka blokade bentuk teposliro warga.

“Karena kalau minta ditutup permanen tidak mungkin langsung sak klek. Tapi kami berjanji tetap mengawal delapan poin yang telah disepakati kemarin,” katanya.

Dari delapan poin yang disepakati, Herwin menyatakan pembuangan sampah masih diperbolehkan di zona A dan B. Jika nanti kedua zona penuh, pembangunan diperkenankan ke lahan transisi seluas 4,2 hektar.

“Sampai 2025. Jika masih beraktivitas pembuangan sampah, kita stop dan kita minta pindah entah kemana. Mau tidak mau harus pindah,” lanjut Herwin.

Meski menyadari tidak akan ada kompensasi berbentuk materi dari Pemda ke warga, Herwin berharap pemulihan lingkungan, lebih meperhatika kesehatan dan pemenuhan air bersih bagi warga harus diprioritaskan pemerintah.

“Pemulihan lingkungan itu juga termasuk pengelolaan air lindi yang dibuang ke sungai kecil timur dusun Banyakan. Pengelola menjanjikan pengelolaan air lindi bakal beroperasi Juli ini,” tutupnya. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *