Vaksinasi Tahap Kedua di DI Yogyakarta Terserap Rendah

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Dinas Kesehatan DIY mengakui penyerapan vaksin di tahap kedua rendah bila dibandingkan tahap pertama. Penyerapan terendah vaksinasi disumbang oleh kalangan lanjut lansia (Lansia).

Di tahap kedua Dinkes DIY mentargetkan 334.754 sasaran. Dari jumlah tersebut, yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama baru 33,8 persen. Sedangkan yang sudah mendapatkan dosis dua baru 14,38 persen. Untuk lansia dari target 295.349, baru 9,16 yang mendapatkan dosis satu dan 0,22 persen sudah mendapatkan dosis dua.

“Itu data per 25 25 Maret. Tahap pertama yang diperuntukkan bagi tenaga medis, sudah selesai. Sekarang kita berupaya mempercepat pemenuhan target pada tahap kedua,”ujar Kadinkes DIY Pembajun Setyaningastutie dalam Forum Diskusi Wartawan Unit DPRD DIY, Jumat (26/3).

Vaksin tahap kedua ini menyasar petugas pelayan publik, guru, pelaku pariwisata, UMKM dan lansia. Namun lansia menurut Pembajun memang membutuhkan kehati-hatian. Pelaksanaannya disarankan ke rumah sakit, tetapi ada beberapa wilayah yang dilakukan di Puskesmas.

Untuk cadangan vaksin, saat ini masih ada 323 sinovac yang tersimpan di gudang farmasi Dinkes DIY. Selain itu, Dinkes DIY juga kedatangan 8.740 fayel yang akan didistribusikan ke kabupaten/kota. Dinkes juga mendapatkan suplai 1.530 vaksin Astra yang dikhususkan untuk TNI/Polri.

“Kalau untuk ketersediaan vaksin, aman. Kami mendapatkan dukungan penuh dari pusat. Suplai itu tergantung dengan kecepatan kita dalam melakukan vaksinasi itu sendiri. Untuk itu kami tengah berupaya menyelesaikan vaksinasi pada tahap kedua ini.” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Pembajun juga menjelaskan tentang tunda vaksin. Dari 278.268 target pelayan publik, 1.055 terpaksa tertunda vaksinasi pada dosis pertama. Sedangkan yang tertunda pada dosis kedua ada 49 orang. Untuk lansia, dari 27.066 sasaran, 211 tidak bisa mendapatkan vaksin dosis pertama. Sedangkan 302 pada dosis kedua semuanya lolos

“Hal yang perlu kita tekankan, setelah divaksin tidak boleh abai dengan prokes. Karena vaksin efektivitas vaksin baru optimal setelah 28 hari pasca pemberian dosis kedua. Naiknya kasus positif di DIY akhir-akhir ini, karena masyarakat cenderung merasa sudah aman karena sudah divaksin,”jelasnya.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto memberikan tiga rekomendasi kepada Pemda DIY. Percepatan penanganan kasus Covid-19, seperti pencegahan, penghentian penularan hingga pengobatan. Percepatan pemulihan ekonomi serta menjamin ketersediaan bahan pokok. Apalagi sebentar lagi masuk bulan puasa, Pemda harus menjamin ketersediaan pangan.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *