34 Guru Agama Padang Pariaman Studi Tiru ke SDN Kasihan

by

Bantul, Koran Jogja – Tiga puluh empat guru pendidikan agama SD Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat melakukan studi tiru ke SDN Kasihan, Desa Tamantirto, Bantul, Kamis (17/3). Mereka berencana mengadopsi konsep Sekolah Ramah Anak berbasis budaya yang dihadirkan seminggu lalu.

“SDN Kasihan adalah satu dari empat sekolah yang kami kunjungi untuk studi tiru,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan da Kebudayaan Hasanuddin.

Sebelum ke Bantul, rombongan berkunjung ke Lampung. SDN Kasihan mejadi sekolah kedua yang dikunjungi.

Kemudian satu sekolah lagi di Yogyakarta akan disinggahi. Terakhir rombongan singgah di sekolah alam di Bandung, Jawa Barat.

Usai berkeliling, Hasaan menyatakan pihaknya mendapatkan banyak hal yang bisa ditiru, terutama pada aspek pengembangan sekolah ramah anak berbasis budaya.

Pengelola SDN Kasihan mampu menyatukan anak-anak bangsa yang berbeda keyakinan hidup rukun damai. Meurutnya, inilah sebenarnya inti dari tujua pendidikan di sekolah.

“Kami segaja membawa guru agama yang mewakili 411 SD di Padang Pariaman dengan maksud agar mereka memiliki sudut pandang keberagaman. Di bawah merekalah, pendidikan karakter anak menjadi tanggung jawab,” lanjutnya.

Hasanuddin memastikan, bahwa apa yang didapatkan dari kunjungan ke SDN Kasihan akan ditiru, dimodifikasi lalu diterapkan di SD-SD se-Pandang Pariaman.

Menjadi kunjungan pertama dari luar daerah pada tahun ini, Kepala Sekolah SDN Kasihan Harsiana Wardani mengaku bangga dan bahagia meski dirinya mengaku masih butuh banyak belajar.

“Perwujudan sekolah ramah anak adalah perwujudan kami sebagai satuan pendidikan menyediakan sarana dan prasarana yang nyaman dan aman,” jelasnya.

Dihadapan tamu, Harsiana akan memaparkan tentang konsep SRA berbasis budaya, program aplikasi Cegah Bullying (Cecil), dan pengenalan budaya pada anak didik

Baginya sebagai salah satu sekolah yang ditetapkan sebagai cagar budaya, pemanfaatan dan pemeliharaan gedung yang dulu menjad sekolah rakyat pertama di Kecamatan Kasihan sesuai dengan konsep SRA berbasis budaya. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *