Antisipasi Corona di Pesisir, TNI AL Giatkan Sosialisasi

by 3 months ago

Bantul – Meningkatnya angka positif Corona di Kabupaten Bantul menjadi kewaspadaan di kawasan pesisir selatan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Pangkalan TNI Angkatan Laut DIY mengantisipasi penyebaran Corona dengan sosialisasi.

Gelaran sosialisasi dan pemberian bantuan dari TNI AL ini dicanangkan langsung Komandan Pangkalan AL DI Yogyakarta Kolonel Marinir Bambang Adriantoro di Posal Samas, Sanden, Bantul, Selasa (28/7).

“Bakti sosial kesehatan yang kita lakukan hari ini dalam rangka turun serta berupaya mencegah penyebaran Corona, khususnya di kawasan pesisir selatan DI Yogyakarta,” kata Danlanal.

Dengan kawasan pesisir sepanjang 112 Km yang terbentang dari Gunungkidul sampai Kulonprogo, pencegahan penyebaran Corona menjadi prioritas karena banyak terdapat obyek wisata yang dikunjungi wisatawan. Terlebih lagi obyek wisata telah dibuka bersamaan penerapan kebiasaan baru.

Tidak hanya sekedar melakukan sosialisasi masif kepada masyarakat untuk bersama-sama mencegah, Lanal AU DI Yogyakarta juga membagikan bantuan berupa tandon berserta tempat cuci tangan portabel sebanyak 15 buah.

Kemudian mesin penyemprot disinfektan 30 unit, 200 jerigen berkapasitas lima liter cairan disinfektan, serta 1500 paket sembako bagi masyarakat pesisir yang terdampak Corona.

“Saya meminta kepada seluruh anggota terus mensosialisasi langkah-langkah penyebaran Corona serta meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai kawasan pesisir menjadi salah satu tempat penularan Corona di DI Yogyakarta,” tegas Danlanal.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto mengatakan mulai Agustus nanti pihaknya akan melimpahkan tugas penyemprotan disinfektan serta pemulangan jenasah penderita corona kepada Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) yang tersebar di 75 desa.

“Pelibatan FPRB sebagai upaya menumbuhkan sikap di masyarakat agar tidak berlebihan dan posesif menghadapi Corona. Sebab mulai sekarang kita hidup berdampingan dengan Corona,” katanya.

Mulai Agustus FPRB akan mendapatkan pelatihan tentang prosedur desinfeksi yang benar termasuk, bahan standar yang digunakan agar tidak merusak lingkungan dan bagaimana cara menguburkan jenazah yang diindikasikan terpapar Corona.(Seti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *