Beroperasi Ilegal Belasan Tahun, Warga Demo Penambang Pasir

by

Bantul, Koran Jogja – Warga dua desa mengelar aksi penolakan penambang pasir liar dengan membakar sampah dan memasang spanduk penolakan di sekitar area penambang di pinggir muara Opak, Minggu siang (18/4).

Koordinator aksi warga Desa Srigading Kecamatan Sanden dan Desa Tirtohargo Kecamatan Kretek, Setyo mengatakan aksi bakar sampah ini sebagai bentuk sindiran halus kepada penambang liar.

“Ini bentuk sindiran kepada instansi atau kelompok penambang. Membakar sampah dilakukan sebagai kepedulian warga terhadap lingkungan,” katanya.

Lewat aksi ini, warga kedua desa ingin menunjukkan bahwa mereka peduli lingkungan. Tidak seperti penambang yang tiap hari mengeruk pasir tanpa terkontrol.

Ada sejak 2006, penambangan pasir liar ini memberi dampak negatif besar terutama bagi kalangan petani.

Selain menambang pasir di sungai Opak, penambangan yang mulai menyasar gundukan pasir membuat pembatas alami laju air laut ke daratan menghilang. Akibatnya tingkat abrasi semakin tinggi.

Abrasi ini dikuatirkan juga menghadirkan intrusi air laut yang mempengaruhi kualitas air di permukiman warga.

Sayangnya saat didemo, untuk kesekian kalinya para penambang hilang bak ditelan bumi. Satupun tak terlihat. Padahal biasanya puluhan perahu hilir mudik. Setyo menduga kuat aksi demo ini telah bocor.

Setyo menjelaskan persoalan ini sebenarnya sudah dibahas di tingkat Desa. Namun baik polisi, Pemkab Bantul maupun Pemda DIY terkesan membiarkan.

“Harapannya ini menjadi perhatian pemerintah dan juga aparat. Hingga saat ini tidak ada kejelasan lokasi mana saja yang boleh ditambang dan tidak, jadi tidak ada aturan dan seakan-akan acuh, yang penting ada pasir dan itu bisa diambil,” ucapnya.

Lurah Srigading, Prabowo Suganda mengatakan aktivitas tambang pasir ini semakin tidak terkontrol oleh pemerintah maupun aparat penegak hukum.

“Kerusakan lingkungan semakin meluas. Ada hutan mangrove yang menjadi pelindung area pertanian dari abrasi laut. Penambang melakukan itu untuk bertahan hidup. Tapi bukan berarti tak melihat sekitarnya yang juga berjuang hidup dengan cara bertani,” jelas dia.

Kapolsek Kretek, Kompol S Parmin menerangkan jika aspirasi ini nantinya akan disampaikan ke pimpinan dan instansi yang berwenang.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *