Cinta Tak Direstui, Pemuda Ini Sebarkan Potongan Video Syurnya dengan Kekasih

by

Sleman, Koran Jogja – Dua orang yang dianggap berbuat asusila diamankan jajaran Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Satu orang warga Sleman diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta dan lainnya diamankan Polsek Kotagede, Kota Yogyakarta.

Polda DIY menangkap AST (21) warga Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman karena menyebarkan tangkapan layar video asusila bersama pacarnya di dunia maya.

Wadir Reskrimsus Polda DIY AKBP FX Endriadi di Mapolda DIY, Rabu (14/4)., pelaku tega melukan itu karena kecewa, hubungan asmara yang dijalin sejak SD tidak mendapat direstui orang tua mantan pacar.

“Dalam laporannya, korban mengakui AST mantan pacarnya. Karena ingin balikan, AST lalu mengancam akan menyebarkan video mesum ke banyak orang. Karena tidak diterima, pelaku mengunggah tangkapan layar video ke sebuah grup Facebook,” katanya.

Dalam pemeriksaan polisi, AST mengaku berbuat nekat lantaran sakit hati sebab dia cinta mati dengan korban. Sayangnya hubungan terjalin ssejak SD, harus kandas karena tak ada restu orang tua mantan pacar.

“Saya hanya ingin dinikahkan, saya cinta sama dia. Sejujurnya sudah dari sejak SD (pacaran),” kata AST.

Dia membeberkan alasan orang tua mantan pacar tak setuju karena AST dianggap orang tidak berpunya. AST mengatakan video 23 detik itu direkam saat mereka bercumbu di suatu tempat. AST menyebut korban tidak menolak di video saat itu.

AST terancam Pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman 6 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Di hari yang sama, Polsek Kotagede, Kota Yogyakarta merilis kasus dugaan pencabulan dengan tersangka DS (26) asal Padang, Sumatera Barat. DS diamankan karena berbuat cabul ke wanita berusia 14 tahun.

Kapolsek Kotagede Kompol Dwi Tavianto menjelaskan peristiwa asusila tersebut terjadi pada 10 April lalu. Saat korban datang ke usaha fotocopy, tempat pelaku bekerja.

“Dalam pengakuan korban, DS sempat memegang paha, perut, hingga mengenai payudara. Tapi di CCTV, DS terlihat jelas memegang pantat dan kemaluan pelaku digesek-gesekkan ke punggung dan bokong korban,”ucap Kapolsek.

Polisi menjerat DS dengan pasal 290 ayat 2 KUHPidana dan terancam maksimal hukuman penjara 7 tahun.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *