Curat Spesialis Traktor Dibekuk Polres Bantul

by

Bantul, Koran Jogja – Komplotan pengasak mesin traktor di areal persawahan lintas provinsi dibekuk Polres Bantul, Senin (22/11) dinihari saat berusaha melarikan diri. Menyasar traktor di areal persawahan, komplotan yang beranggotakan tiga orang ini beroperasi sejak enam bulan lalu.

Saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Kapolres AKBP Ihsan menyatakan rombongan yang beroperasi dengan mengendarai mobil ini terpantau melakukan aksinya di areal persawahan Kecamatan Imogiri.

“Tiga tersangka yang kita amankan yaitu SY dari Sukoharjo dan WL dari Sragen. Mereka ini adalah pemetik. Kemudian ada SW dari Banguntapan, Bantul yang bertindak sebagai supir,” katanya, Rabu (23/11).

Dari pemeriksaan intensif, diketahui komplotan ini sebelumnya juga beraksi menggasak dua mesin traktor di areal persawahan Kecamatan Pundong. Kapolres mengatakan memasuki musim tanam menjadi kebiasan petani di Bantul meninggalkan mesin traktornya di sawah.

“Modus operasinya, sebelum beraksi pada siang sampai sore hari komplotan ini berkeliling. Saat menemukan sasaran, mereka kemudian berakhir pada dini hari,” jelasnya.

Selain di Bantul, komplotan yang beroperasi enam bulan terakhir ini juga melakukan aksinya di Klaten, Sragen, dan Boyolali. Kapolres menyebut mereka adalah pencuri lintas provinsi.

Saat ini polisi melakukan pengembangan kasus untuk mengejar penadah barang curian komplotan ini di Ngawi, Jawa Timur.

“Biasanya mereka hanya mengincar mesin diesel (penggerak). Namun tidak jarang mereka mendapatkan pesanan, selain mesin juga bersama traktornya. Untuk yang pesanan ini mereka menggunakan mobil pick up,” katanya.

Tersangka SW mengatakan untuk barang hasil curian yaitu mesin diesel mereka juga seharga Rp4 juta. Kemudian untuk satu set traktor lengkap dibanderol Rp10 juta.

“Kami bagi rata dan sisanya selain untuk keluarga juga foya-foya,” katanya singkat.

Atas aksinya, ketiga maling spesialis traktor ini terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman paling lama tujuh tahun penjara.(Set)