Dari 18 Ribu Petugas TPS Bantul, 40 Diketahui Reaktif

by

Bantul, Koran Jogja – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul, Joko Didik Nugroho menyatakan dari tes rapid yang digelar pihaknya pada 14 ribu anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan 4 ribu personel Linmas, kurang dari 40 orang diketahui reaktif.

“Namun setelah dilakukan tes swab, personil yang reaktif menunjukkan hasil negatif. Sehingga tidak perlu dilakukan pergantian,” kata Didik, Kamis (3/12).

Namun Didik menyatakan pihaknya mengakui adanya pergantian personel KPPS, tapi didasarkan pada hasil rapid test. Menurutnya, meski tidak merinci jumlahnya, petugas yang diganti didominasi alasan pekerjaan di luar kota dan satu petugas yang dilaporkan hamil.

Mengenai logistic, KPU memastikan seluruh logistic utama seperti surat dan kotak suara dipastikan akan didistribusikan pada 7-8 Desember. Rencananya, pada 8 desember, logistic yang sudah ada di 75 desa akan diserahkan ke KPPS bersama dengan alat pelindung diri (APD) ke 2.086 tempat pemungutan suara.

“Sarana APD sudah semua disalurkan pada 1 Desember. Antisipasi pilkada di pandemic kami antisipasi semaksimal mungkin. KPU tidak ingin TPS menjadi cluster baru atau KPPS menjadi carrier COVID-19,” tegasnya.

Pjs Bupati Bantul Budi Wibowo usai bertamu ke kedua pasangan calon (Paslon) secara terpisah menyatakan kedua peserta siap dan berkomitmen memenuhi janji untuk bersama menjaga kondusifitas Bantul.

“Kami mengajak mereka aktif menjadikan pilkada damai, tidak melanggar protokol kesehatan dan mengedepankan keselamatan masyarakat. Keduanya cabup juga akan aktif kembali sebagai Bupati dan Wakil Bupati pada 6 Desember. Jadi komitmen ini mutlak harus dipenuhi,” ungkapnya.

Komitmen paslon ini menurut Budi sangat diperlukan karena sepekan kedepan, masih terdapat tiga tahapan Pilkada yang harus dilewati. Yaitu masa kampanye yang berakhir pada 5 Desember, kemudian masa tenang 6-8 Desember, dan pemungutan suara.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi S untuk keamanan Pilkada, telah diturunkan 1.500 personel. “Beberapa titik rawan yang berpotensi terjadinya konflik sudah kita pantau termasuk TPS-TPS yang rawan akan ada pengawasan tersendiri dari aparat kepolisian,”ujarnya.

Keberadaan personel akan didukung Polda DIY yang sudah menggelar rapid tes untuk 665 personil selama dua hari. Personil ini terdiri dari 240 personel Brimob, 94 personil Samapta serta 331 personel gabungan staf yang akan di-BKO-kan ke tiga kabupaten.(set)