Delapan RT Di Bantul Dilarang Melaksanakan Shalat Ied

by

Bantul, Koran Jogja – Delapan RT yang tersebar di tujuh desa pada lima kecamatan berbeda di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dilarang menyelenggarakan shalat idul fitri di ruang terbuka karena berkategori zona merah dan orange. Demikian juga dengan penyelenggara shalat ied di kawasan gumuk pasir parangtritis ditiadakan.

Pelarangan kegiatan shalat ied ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul dr. Sri Wahyu Joko Santoso saat dihubungi Rabu (12/5).

“Dua RT yang dinyatakan zona merah ada di Desa Srigading, Kecamatan Sanden dan Desa Srihardono, Kecamatan Pundong. Sedangkan enam RT lainnya tersebar di desa-desa yang masuk Kecamatan Sedayu, Dlingo, dan Sedayu,” katanya.

Secara keseluruhan Oki, panggilan akrab Wahyu, mengatakan dari total 5.905 RT se Kabupaten sebanyak 379 RT masuk dalam kategori kuning yang tersebar di 62 Desa. Sedangkan sebanyak 5.518 RT di 75 Desa dinyatakan masuk kategori hijau.

Pelarangan shalat ied juga disampaikan Koordinator Sar Satlinmas Wilayah III Bantul, Ali Sutanto Jaka Saputra yang memastikan tahun ini penyelenggaran shalat ied di kawasan Gumuk Pasir Pantai Parangtritis juga ditiadakan.

“Sama seperti tahun lalu, penyelenggara shalat ied dilakukan di masjid sekitar pemukiman dengan peserta sangat terbatas,”

Nantinya pelaksanaan shalat ied ini di masjid kampung menurut Ali diharapkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Masjid juga hanya diisi 50 persen dari kapasitas.

“Usai salat Id tidak ada jabat tangan dan jamaah diminta langsung pulang ke rumah masing-masing,” ucap Ali.(set)