Demo Warga TPST Piyungan Dibubarkan Polres

by

Bantul, Koran Jogja – Polres Bantul membubarkan demo warga sekitar tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Piyungan, Senin (5/6). Warga berdemo menolak perluasan TPST Piyungan.

Rencana dari warga lima RT Dusun Ngablak, Desa Sitimulyo, Piyungan bakal menutup jalur masuk TPST. Namun dengan alasan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat aksi dibubarkan kepolisian

“Sesuai aturan, dalam penerapan PPKM darurat ini seluruh aktivitas diperketat, ekonomi, sosial, keagamaan, pendidikan, pariwisata dan sebagainya selama 17 hari mulai besok (3/7/2021) sampai 20 Juli,” kata Kapolres Bantul, AKBP Ihsan.

Karena dilarang, warga lantas memasang berbagai spanduk penolakan perluasan TPST Piyungan di seputaran jalan masuk.

Mewakili warga lima RT Dusun Ngablak, Sobirin mengatakan sebanyak 180 KK menolak rencana perluasan TPST ke sisi barat.

“Sebab area itu satu-satunya ruang hijau bagi kami untuk mendapatkan udara segar. Sebagian wilayah itu juga menjadi lokasi sumber mata air bagi warga yang tinggal di perbukitan,” katanya.

Pemda DIY menyebut TPST bakal diperluas dan membutuhkan lahan seluas 6 hektar. Saat ini, kebutuhan lahan baru terpenuhi 2,5 hektar.

Kekurangan lahan ini, Pemda DIY berencana menggunakan lahan di sisi barat TPST. Hal ini dirasa merugikan warga karena bakal memicu masalah limbah, bau, hingga meningkatnya gas metana di lingkungan.

Soal dilarangnya aksi warga, Sobirin menyatakan tidak masalah. Pasalnya aspirasi yang ingin disampaikan warga telah tersampaikan lewat spanduk.

“Kami tetap menolak dan akan menutup TPST lagi selama belum ada kesepakatan dengan Pemda DIY soal penolakan kami,” tegas Sobirin.(set)