Di Bantul, Pengembangan Wolbachia Hingga ke 519 Pedukuhan

by

Bantul, Koran Jogja – Dinilai berhasil menurunkan tingkat penularan deman berdarah di tiga desa, Dinas Kesehatan Bantul memutuskan menambah penyebaran nyamuk Wolbachia.

Lewat program Wolbachia Wis Masuk Bantul (Wow Mantul), sebanyak 20 ribu ember berisikan jentik nyamuk Wolbachia akan disebar di sebelas kecamatan, 38 desa, dan 519 pedukuhan.

“Sebelumnya program ini telah dilaksanakan di Desa Jambidan (Banguntapan), Banguharjo dan Panggungharjo (Sewon) bersama dengan Kota Yogyakarta dan Sleman,” kata Kepala Dinkes Agus Budi Raharja, Selasa (24/5).

Melihat tingkat keberhasilan penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mencapai 77 persen di tiga wilayah tersebut, Dinkes Bantul bersama dengan World Mosquito Program (WMP) UGM mengembangkan ke banyak daerah.

Wolbachia sebagai bakteri alami yang ditemukan pada 60 persen serangga dianggap ampuh mencegah replikasi virus dengue pada nyamuk Aedes Aegypti. Sehingga mencegah penularan virus dengue ke tubuh manusia.

Budi mengakui dalam tiga tahun terakhir, Bantul masih masuk sebagai kawasan rentan pada peningkatan kasus DBD. Selama periode 2018-2020 saja total kasus DBD di Bantul mencapai 2.159 kasus. Sementara di triwulan pertama 2022 sudah ada temuan sebanyak 263 kasus.

“Kami berharap besar teknologi Wolbachia bisa optimal. Kami mengajak masyarakat aktif memantau dan menjaga ember yang sudah dititipkan di area pelepasan agar tidak tumpah atau hilang,” terang Agus.

Project Leader World Mosquito Program (WMP) Adi Utarini menyampaikan Wolbachia efektif membunuh virus penyebab DBD. Hasil penelitian Kota Yogyakarta, efektifitas Wolbachia menurunkan kasus DBD menyentuh angka 77 persen.

Terkait program Wow Mantul, Utarini menyebut sebanyak 19.347 ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia akan disebar di 519 padukuhan.

Penitipan dilakukan waktu enam bulan sampai bulan November. Dimana setiap dua minggu dilakukan pengecekan telur serta pemberian pelet khusus untuk calon nyamuk.

“Harapannya nyamuk yang sudah ber-Wolbachia berkembang biak dan menetap di area pelepasan, sehingga nantinya akan mencegah DBD,” katanya. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *