Disperindag Sleman dan IAI DIY Gelar Sayembara Desain Pasar Godean

by

SLEMAN – Dalam upaya menjaga pasar tradisional agar tetap eksis, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY menggelar Sayembara Desain Pasar Godean. Diharapkan nantinya muncul desain yang lebih kekinian, sehingga bisa menarik kalangan milenial untuk berkunjung.

Sekretaris Disperindag Sleman, Haris Martapa mengatakan keberadaan pasar tradisional harus tetap eksis ke depannya. “Kami prediksi lima sampai sepuluh tahun ke depan mereka yang masuk pasar adalah anak-anak muda. Jangan sampai desain dan arsitektur bangunan lebih dulu ditinggalkan. Desain pasar harus eye catching,” kata dia pada Kamis (23/7).

Haris mengungkapkan pasar tersebut merupakan salah satu dari 19 pasar tradisional potensial. Aktivitasnya setiap hari cukup padat, bahkan pedagang kadang harus berjualan di luar gedung pasar.

Pasar tersebut kebanyakan lapaknya menggunakan terpal. Penempatan lapak dan kios terkesan tidak teratur. Pasar yang identik dengan ikon belut goreng dan sepeda tua itu kondisinya tidak terlalu nyaman, kumuh, semrawut, becek dan kotor.

Setelah desain jadi, menurut Haris, langsung ditindaklanjuti DED (Detail Engineering Design). Pembangunan pasar dijadwalkan mulai tahun depan dengan anggaran Rp 83,577 miliar.

Setelah dibangun, Pasar Godean dikonsep hidup 24 jam yang  terbagi tiga kelompok waktu yaitu pagi, siang dan sore untuk masyarakat umum. Sore sampai tengah malam untuk anak-anak muda menikmati kuliner dan musik di dalam pasar itu. Sedangkan dini hari untuk aktivitas jual beli sayur mayur. Saat ini jumlah pedagang di pasar tersebut sekitar 1.988 orang.

Menurut Haris, setelah Pasar Godean giliran berikutnya Pasar Gamping akan dibangun. “Ini kerja sama yang pertama dengan IAI DIY. InsyaAllah ke depan bisa lebih fokus,” katanya.

Sayembara ini digelar pada Juli sampai September 2020. Saat ini masih memasuki tahapan penjelasan. Sebanyak 30 peserta hadir dengan tatap muka di Ruang Sembada Setda Sleman pada  Kamis (23/7) dan ada yang mengikuti melalui daring dalam tahapan ini. Setelah itu, dilanjutkan peninjauan kondisi pasar di Jalan Godean Sidogung.

Ketua Bidang Penghargaan dan Sayembara IAI DIY, Yuda Saputra mengatakan, lomba berskala nasional ini tidak hanya diikuti peserta dari dalam negeri tetapi juga luar negeri.

Sedangkan untuk juri terdiri dari Eko Agus Prawoto, Gregorius Antar Awal, Jatmiko Adi Suryabrata, RR Mae Rusmi Suryaningsih serta Kepala Dinas BPUPKP Kabupaten Sleman. “Para juri berkompeten di bidangnya mulai dari bangunan hijau, arsitektur nusantara maupun masyarakat yang benar-benar fokus pasar,” ucapnya.

Ketua IAI DIY, Syafudin Mutaqie menambahkan sayembara ini merupakan yang keempat kalinya diadakan IAI DIY dengan Pemkab Sleman. Saat ini telah ada sekitar 91 peserta yang mendaftarnya. “Kami pikir awalnya ini tingkat nasional, tapi ternyata teman-teman yang jauh pun ikut. Ada yang dari Singapura dan ada dari Belgia,” katanya.

Ia mengajak agar para arsitek untuk ikut berpartipasi dalam sayembara ini. Agar profesi seperti ini bisa lebih diterima di kalangan masyarakat.

“Pasar ini kan menjadi satu tempat yang luar biasa. Memberi dorongan perbaikan ekonomi di masa pandemi. Oleh karena itu pasar yg selama ini kumuh akan lahir kembali. Jangan berpikir hanya diperbaiki bangunanannya. Tapi ada ruh pasar, pasar harus hidup 24 jam sehari dan 7 hari seminggu,” ucapnya.(rid/roy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *