Dorong Akses Ekonomi, DPRD Minta Exit Tol Ditambah

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Komisi C DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta meminta pemerintah menambah area istirahat di sela-sela dua pintu keluar (exit) tol Jogja-Solo-Bawen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Tahun ini ditargetkan pembebasan lahan selesai dan pembangunan tol Jogja-Solo-Bawen selesai 2023.

Usulan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi C Gimmy Rusdin saat menggelar jumpa pers di lobi DPRD DIY pada Jumat (5/3) sore.

“Dari pantauan lapangan, yaitu di Kecamatan Seyegan, Tempel dan Mlati yang bakal dilintasi tol Jogja-Bawen. Kami mengapresiasi langkah Pemda DIY yang memberikan ganti rugi kepada pemilik tanah,” kata Gimmy.

Dengan panjang 87 Km dan mendapatkan dana dari pusat senilai Rp900 miliar, Gimmy meyakini keberadaan tol ini bakal meningkatkan akses ekonomi dan mempendek jarak tempuh antara Jogja – Semarang.

Melintasi tiga kecamatan di Kabupaten Sleman yaitu Tempel, Seyegan dan Mlati. Gimmy meminta Pemda DIY segera menyusun rencana untuk penambahan area istirahat bagi pengguna tol yang dekat dengan dua pintu keluar.

“Di dua pintu keluar yaitu di Tempel dan Mlati. Saya berharap ada penambahan area istirahat yang nantinya bisa dipergunakan oleh Pemerintah Kabupaten memberdayakan masyarakat untuk peningkatan ekonomi,” lanjutnya.

Selain di trase Jogja-Bawen, penambahan area istirahat yang bisa dimanfaatkan meningkatkan perekonomian masyarakat juga diterapkan di trase Jogja-Solo maupun Jogja-Cilacap.

Namun untuk kedua trase lainnya, Gimmy menyatakan Komisi C belum bisa menentukan lokasi mana yang seharusnya digunakan sebagai area istirahat karena belum melakukan pengecekan.(set)