DPR RI Pelajari Cara Jogja Tangani Corona

by

Yogyakarta – Sebagai daerah dengan penanganan Covid – 19 terbaik se-Indonesia, DIY menjadi salah satu tujuan untuk belajar menangani pandemi tersebut. Komisi IX DPR RI menjadi salah satu yang melakukan kunjungan kerja ke DIY.

Rombongan Komisi IX DPR RI tersebut diterima langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wagub DIY KGPAA Paku Alam X, Jumat (17/07) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta. Untuk selanjutnya setelah diskusi singkat bersama Gubernur DIY dan Wakilnya, rombongan melakukan diskusi yang difasilitasi oleh Sekda DIY Drs. R. Kadarmanta Aji, beserta beberapa OPD terkait salah satunya BPBD DIY dan Dinkes DIY.

Wakil Ketua Komisi IX sekaligus Ketua Rombongan, Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan, kunjungan ini bertujuan untuk mendalami berbagai macam pola penanganan Covid -19 di DIY. hal ini karena Presiden RI Joko Widodo telah memberikan predikat kepada DIY sebagai provinsi dengan penanganan Covid -19 terbaik di Indonesia.

Selama kurang lebih tiga bulan, DIY telah banyak menerapkan kebijakan-kebijakan penanganan Covid – 19 yang efektif. Hal itu bisa dilihat dari angka kematian akibat positif Covid – 19 relatif rendah dibandingkan dengan angka kesembuhan yang cukup tinggi. Penularannya pun bisa dibilang tidak dalam rata-rata yang tinggi, atau bisa dikatakan terkendali.

“Tadi kita sudah bicara dengan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, dan juga sudah kita bahas pula pada diskusi disini bersama Sekda dan Dinas terkait. Memang penangan Covid -19 di sini sangat terintegrasi ya. Dari mulai tingkat provinsi, kabupaten, kota, kelurahan, bahkan sampai kampung berjalan dengan sangat baik,” ucap Melky.

Melky menjelaskan, banyak hal bisa dipelajari dari penanganan Covid – 19 di DIY. Hal ini karena dalam pelaksanaannya, DIY benar-benar memakai aruran yang kokoh, yaitu berdasarkan apda undang-undang yang ada. Selain itu, DIY sangat berani dalam melakukan realokasi anggaran yang dimiliki untuk fokus pada penangan Covid -19. Hampir seluruh kebijakan termasuk juga bantuan sosial bergerak dengan baik dan maksimal.

Hal itu menurut Melky tidak lepas dari modal sosial yang dimiliki DIY terkait penangan bencana. Seperti diketahui, DIY pernah mengalami bencana besar seperti erupsi Merapi dan gempa pada beberapa waktu lampau. Melalui pengalaman ini, DIY bisa membaca dan memetakan langkah-langkah dan kebijakan yang bisa diambil dengan mengakomodir seluruh lapisan masyarakat.

Lebih lanjut Melky menyampaikan hal yang paling ingin dipelajari, yaitu pengumpulan data. Melalui pemanfaatan teknologi informatika (IT) yang bekerjasama antara Diskominfo, akademisi serta bergabai pihak, DIY berhsil menyajikan data valid. Data-data yang ada di DIY diverifikasi secara bertingkat dan sangat baik sehingga data-data orang yang harus ditolong dapat tereka dengan baik.

DIY berani mengambil langkah dan sikap bahkan sebelum diarahkan oleh pusat. Saya rasa selain karena pemimpinnya, ini juga karena masyarakatnya yang memiliki kesadaran tinggi,” ujar Melky.

Sementara itu Sekda DIY mengungkapkan, kesehatan merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap manusia untuk dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari. Kesehatan adalah modal utama manusia untuk dapat bertahan hidup mencari rezeki dan meneruskan peradaban. pandemi Covid -19 memaksa DIY untuk bergerak cepat, mendorong akselerasi pembangunan kesehatan masyarakat. Fenomena ini mendorong seluruh komponen kesehatan dan masyarakat untuk bekerja keras melawan musuh yang tidak terlihat.

“Pelayanan dan jaminan kesehatan menjadi tanggung jawab pemerintah sehingga pengelolaan sektor kesehatan harus selalu di-update dan di-upgrade. Perkembangan situasi yang dinamis pada sektor kesehatan harus dikelola dengan prinsip gotong royong dan menerapkan aspek ekuitas,” jelas Aji.

Capaian DIY ini menurut Aji bukan perlombaan. Prestasi yang diraih buka untuk berpuas diri, karena pandemi belum berakhir hingga waktu yang tidak bisa diprediksi. Pencapaian ini adalah momentum bagi DIY untuk bisa berkembang lebih baik lagi, serta menularkan pengalaman kepada daerah lain.(rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *