Edarkan Upal, Suami-Istri Diamankan Di Bantul

by

Bantul, Koran Jogja – Polsek Jeti, Bantul meringkus sepasang suami istri yang terbukti mengedarkan uang palsu (Upal) di Pasar Barongan. Pasangan ini mendapatkan upal dengan membeli di media sosial.

Dalam jumpa pers di Polsek Jetis, Kapolsek AKP Hatta Azharudin, Selasa (25/5) mengatakan pasangan suami HDP (25) istrinya VDR (26) adalah warga Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul.

“Mereka ditangkap karena terbukti menggunakan upal untuk berbelanja di Pasar Barongan pada 19 Mei pagi senilai Rp 50 ribu dan Rp 2 ribu. Kasus ini terungkap saat pedagang yang menerima uang, menggunakan upal untuk membayar bakso,” kata Kapolsek Selasa (25/5).

Mendapati hal tersebut, pedagang mencari keberadaan VDR. Setelah penelusuran, akhirnya VDR diamankan pedagang lain yang masih berada di sekitar pasar. Tersangka diamankan di sekitar pasar dan diteruskan ke Polsek.

“Ternyata VDR memperoleh uang palsu itu dari suaminya HDP. Kami lantas mengamankan HDP dan melakukan pemeriksaan lanjutan,” lanjut Kapolsek.

Dari kedua pelaku, polisi mendapatkan barang bukti 4 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu dan 1 lembar nominal Rp 2 ribu. Selain itu polisi turut menyita uang asli hasil sisa belanja berupa uang pecahan Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu masing-masing 2 lembar.

“Tersangka mengaku uang palsu itu didapatkan dari marketplace Facebook. Mereka membeli seharga Rp 200 ribu untuk mendapatkan upal senilai Rp480 ribu yang terdiri dari Rp 50 ribu 9 lembar, Rp 5 ribu 4 lembar dan pecahan Rp 2 ribu 5 lembar,” ujarnya.

Menurutnya, penjual uang palsu itu berasal dari Jawa Barat. Polisi menduga keduanya nekat membeli uang palsu karena terbentur kebutuhan ekonomi.

Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan Pasal 26 ayat (2), ayat (3) UU. RI No.7 Tahun 2011 tentang mata uang juncto Pasal 36 ayat (2) ayat (3) UU RI No. 7 tahun 2011.(set)