Bantul Targetkan 16 Ribu Sapi Diinseminasi Tahun Ini

by

Bantul, Koran Jogja – Tahun ini Pemkab Bantul menargetkan sebanyak 16.500 sapi bakal mendapatkan inseminasi buatan lewat program ‘Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan)’ yang diluncurkan Senin (5/4).

Dicanangkan di Kelompok Ternak Sidodadi Dusun Krajan, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan. Program ini merupakan kelanjutan dari swasembada daging sapi di Bantul yang dimulai sejak 2017 sampai 2019.

“Tahun lalu program ini berubah nama menjadi Sikomandan. Lewat program ini ingin meningkatkan jumlah populasi potong sehingga bisa berpartisipasi dalam swasembada nasional yang ditargetkan 2026,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Joko Waluyo.

Dengan keberadaan 32 petugas inseminasi buatan. Joko meyakini program ini bakal berhasil karena seluruh petugas akan menjalankan tugasnya hampir 24 jam penuh atau sesuai menerima permintaan dari peternak.

Menggunakan anggaran dari pusat, program Sikomandan pusat yang menitikberatkan pada penyediaan sarana dan prasarana inseminasi buatan dengan semen atau sperma beku sapi atau kerbau unggul.

Pada 2020, Dinas telah menyuntikan semen beku ke 46.947 ekor sapi dan hasilnya lahir 30.000 pedet (anakan sapi). Saat ini Dinas mendata terdapat sebanyak 67.000 ekor sapi yang diternakan di Bantul, dan hampir 90 persennya adalah betina.

“Perternak di Bantul lebih menyukai menjual pedet ketika sudah berusia 4-6 bulan. Sehingga jumlah populasi sapi di Bantul tidak begitu meningkat drastis,” katanya.

Sebagai daerah pemasok daging sapi untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, Bantul memiliki sebanyak 34 penjagal. Dengan kebutuhan konsumsi daging, kebanyakan mendatangkan dari luar daerah. Seperti daging kambing yang membutuhkan 600-700 ekor per hari.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan capaian Inseminasi Buatan (IB) 2020 telah melebihi target dari target 15.645, terealisasi dua kali lipat yakni 39.380 IB.

Demikian juga angka Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) yang ditargetkan 15.645 terealisasi 16.080, melebihi target sekitar 103 persen.

“Angka kelahiran sapi 2020 ditargetkan 8761 terealisasi 13.199 atau melampaui target 151 persen. Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada inseminator yang tak kenal lelah untuk peningkatan produktivitas sapi di Bantul ini,” tandasnya.

Ketua Kelompok Ternak Sidodadi, Suparjiman menyatakan program Sikomandan sangat membantu dalam produktivitas sapi para peternak. Dimana petugas inseminator selalu siap sedia dipanggil kapanpun saat sapi sedang birahi.

“Kondisi sangat membantu dalam memaksimalkan tingkat potensi kehamilan sapi,” jelasnya.

Suparjiman menerangkan secara keseluruhan jumlah sapi di kelompok ternaknya sebanyak 80 ekor dimana 70 ekornya sapi betina. Per tahun sebanyak 50 pendet dilahirkan untuk kemudian di usia 4-6 bulan dijual, sebab peternak belum siap untuk menggemukkan.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *