Debat Pertama Bantul, Minim Ide Inovasi Lima Tahun ke Depan

by

Bantul, Koran Jogja – Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM, Nanang Indra Kurniawan, menilai debat pertama Pilkada Bantul belum menghadirkan ide atau inovasi tentang apa yang dilakukan lima tahun kedepan oleh kandidat.

Berlangsung Rabu malam (28/10) debat pertama yang menghadirkan calon Bupati kedua pasangan yang berlaga, Abdul Halim Muslih (nomor 1) dan Suharsono (nomor 2), masih sangat normatif.

“Kedua kandidat cenderung bermain aman. Akibatnya mereka tidak mampu menunjukkan apa yang akan dilakukan lima tahun kedepan,” kata Nanang.

Usai acara nobar debat pertama di Omah Tembus, Sewon, Nanang melihat kedua kandidat tidak berhasil memenuhi ekspektasi publik akan pertukaran ide, gagasan, inovasi maupun program jika memimpin Bantul.

Dalam pengamatan Nanang, soal ide calon Bupati Abdul Halim dinilai mampu menyampaikan ide terkait dengan permasahan yang akan dihadapi dan bagaimana solusinya.

Sedangkan calon Bupati Suharsono lebih banyak menyampaikan ide-ide tentang apa yang sudah dilakukan dan hal ini kiranya akan diterapkan kembali jika terpilih.

“Ini tidak cukup, akan banyak hal mendalam di lima tahun kedepan akan seperti apa. Terlebih konteks berubah, ada pandemi Covid-19, ada kritis ekonomi. Didebat ini, kita inginkan mereka akan menempatkan Bantul akan seperti apa,” lanjut Nanang.

Senada, peneliti dan analis kebijakan Sunaji Zamroni juga memandang hal sama dalam debat pertama ini.

“Nomor satu mampu menyampaikan ide atau gagasan. Nomor dua cenderung bercerita tentang citra diri kepemimpinannya,” ujarnya.

Sunaji menganggap mungkin ini adalah strategi kedua pasangan dalam debat. Kedepan, ini menjadi pekerjaan berat bagi tim untuk menjual kandidat ke pemilih.

Ketua Forum Peduli Demokrasi Bantul (Fopdek) Didik Rohadi juga menilai kedua pasangan belum berani memaparkan program lima tahun kedepan secara rinci.

“Masih kualitatif, bukan kuantitatif. Yang kita inginkan itu program apa, menyasar siapa, berapa anggarannya, dan tujuan apa. Ini yang ditunggu pemilih,” katanya.

KPU Bantul menghelat tiga debat publik pada 28 Oktober untuk calon bupati, 4 November untuk calon wakil bupati, dan 11 November untuk pasangan calon bupati dan calon wakil bupati.(set)