Harga Hewan Kurban di Sleman Mulai Naik

by 2 months ago

Sleman – Pasar Hewan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai menggeliat menjelang Iduladha Juli ini. Harga hewan kurban pun mengalami peningkatan sekitar 15-20 persen.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan Perikanan (DPPP) Sleman, Heru Saptono kenaikan itu terjadi di sejumlah pasar hewan salah satunya di Ambarketawang. Adapun kenaikan harga tersebut yaitu untuk sapi potong siap qurban berkisar Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta per-ekor. Sedangkan harga kambing domba siap kurban berkisar Rp300 ribu sampai Rp500 ribu. “Kenaikan harga ternak yaitu sekitar 15 sampai 20 persen dibandingkan di hari–hari biasanya,” katanya.

Heru berkata jumlah transaksi di pasar hewan juga mengalami peningkatan. “Ada kenaikan berkisar sepuluh persen dibandingkan hari biasanya. Jika ternak yang masuk di hari biasanya sebanyak 250 ekor, saat ini menjadi 300 sampai 350 ekor dengan jumlah transaksi sebanyak 130 sampai 150 ekor per-pasaran,” kata dia.

Sementara terkait kesiapan menjelang Idul Adha, Heru menyebut UPTD Pasar Hewan Ambarketawang telah melaksanakan langkah–langkah pencegahan yaitu pada bulan April dan Mei tahun 2020 pAsar Hewan hanya dibuka satu kali dalam sepuluh hari.

“Kami juga mewajibkan semua kendaraan, ternak dan pengunjung yang masuk Pasar Hewan untuk melewati gerbang desinfeksi dan juga dilakukan pengecekan suhu dan kelengkapan seperti masker dan lainnya,” kata Heru.

Selain langkah pencegahan bagi yang masuk ke lokasi Pasar Hewan, Heru juga mengatakan bahwa di Pasar Hewan telah disediakan tempat cuci tangan untuk para pengunjung atau pedagang serta disediakan pengeras suara untuk memberikan pengumuman dan himbauan agar tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Bupati Sleman Sri Purnomo menambahkan dengan meningkatkan transaksi di pasar hewan ini diharapkannya bisa mulai membangkitkan perekonomian di tengah pandemi Corona. “Di Pasar hewan ini banyak transaksi, banyak pedagang dan pembeli yang datang. Kita bersyukur di tenagah pandemo Covid 19 ini perekonomian atau perdagangan hewan qurban menjelang Idul Adha tampak ramai,” katanya.

Sri Purnomo berkata, adanya aktivitas yang cukup ramai di pasar tersebut perlu diimbangi dengan adanya edukasi dan sosialisasi mengenai protokol kesehatan.

“Kami edukasi, kita mengingatkan kepada pedagang ataupun pembeli bahwa Covid 19 ini masih ada, datanyapun masih fluktuatif, sehingga kami perlu menyampaikan kepada mereka,” ucapnya.(rid/roy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *