Idola Wisatawan, Parangtritis Identik Wisata Esek-eseknya

by

Bantul, Koran Jogja – Komisi B DPRD Jawa Tengah mengakui wisatawan daerahnya masih menjadikan kawasan Parangtritis sebagai tujuan utama wisata pantai. Namun masih banyak yang lebih mengenal Parangtritis sebagai kawasan wisata esek-esek.

Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Komisi B DPRD Jateng ke Parangtritis pada Senin (24/5) yang diterima oleh Dinas Pariwisata dan Anggota Komisi B DPRD Bantul.

“Wisatawan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur jika bicara wisata ke pantai pasti tujuannya ke Parangtritis,” jelas Anggota Komisi B, DPRD Jateng Imam Teguh Purnomo.

Selain keindahan alamnya, penataan ruangan bagi pedagang sehingga tidak mengurangi kenyamanan wisatawan dinilai menjadi nilai lebih Parangtritis. Keunggulan inilah yang tidak dimiliki pantai-pantai di Jawa Tengah.

Terlebih lagi legenda hidup yang masih dijaga, yang menjadi wisata spiritual yaitu Puri Cemeti, hal ini semakin menjadi daya tarik bagi wisatawan asal Jawa Tengah.

“Namun ada juga yang mengenalnya sebagai wisata esek-esek. Ini sudah terjadi puluhan tahun lalu. Saya asli Purworejo sering kali mendengar jika ingin karaoke maka yang paling asik di Parangtritis,” katanya.

Melalui kunjungan kerja ini, Iman menyatakan pihaknya bakal merekomendasikan pemberdayaan masyarakat pesisir pantai ke Dinas Pariwisata Jateng untuk mencontoh apa yang dilakukan Pemkab Bantul.
Wakil Ketua Komisi B, DPRD Bantul Aryunandi mengaku keberadaan wisata esek-esek terutama pada malam Selasa Kliwo dan malam Jumat Kliwon menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Bantul.

“Wisata ritual malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon yang masih ternodai dengan kegiatan prostitusi meski diakui pelaku prostitusi dan pelanggannya juga kebanyakan dari wilayah Jawa Tengah,” katanya.

Sebagai upaya mengurangi aktivitas wisata esek-esek, Aryun meminta Pemkab maupun Keraton Ngayogyakarta aktif turun serta menata kawasan inti yaitu Puri Cepuri.

Salah yang minta diperhatikan adalah kebersihan dan penerangan di kawasan Puri Cepuri yang dinilai bakal mengubah lanskap di sekitarnya sehingga mengurangi aktivitas esek-esek yang diselimuti wisata spiritual.

Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, Annihayah hanya berharap perubahan ini bisa dilakukan dengan menggunakan Dana Keistimewaan.

“Kawasan Puri Cemeti adalah wewenang Keraton Ngayogyakarta. Ini termasuk satu ikon terpenting dalam sumbu imajiner Keraton,” jelasnya.

Rencana keberadaan Danais digunakan untuk membenahi dan membangun lanskap-lanskap baru di Parangtritis yang bakal menceritakan legenda yang pernah terjadi.

“Menghilangkan sama sekali tidak ada. langkah kordinatif dengan Satpol PP dan Dinas Kesehatan dikedepankan. Wuisata esek-esek sama sekali tidak bisa hilang,” katanya.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *