Koran Jogja – Investasi emas, perak, atau properti? Sebelum memutuskan investasi jenis apa yang akan dipilih, perlu juga dipertimbangkan berbagai keunggulan dan kekurangannya.
Tiga kelas aset tyersebut dalam hal biaya dan ukuran investasinya, memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Emas menawarkan harga yang relatif rendah. Investor bisa membelinya dalam jumlah kecil, semisal gram, koin, atau bahkan emas digital.
Hal tersebut, tentu sangat memudahkan para investor termasuk yang masih pemula. Sementara itu, perak lebih murah dibandingkan emas.
Perak bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menambahkan logam mulia dalam portofolio investasinya.
Sementara itu, aset properti membutuhkan modal awal yang cukup tinggi, seiring dengan biaya seperti bea materai, pendaftaran, dan pemilihannya.
Apa yang mendorong harga emas dan perak?
Emas dan perak merupakan komoditas yang sebagian besar didorong karena dinamika penawaran dan permintaan.
Permintaan logam mulia perak, didukung oleh penggunaan industrinya, sedangkan emas memiliki fungsi sebagai lindung nilai pada masa ketidakpastian pasar global.
Emas juga cenderung mampu mempertahankan nilainya pada kondisi ekonomi yang mengalami penurunan. Banyak orang menganggap emas merupaklan penyimpanan kekayaan yang sangat andal.
Bagaimana perbedaan imbal hasil real estat, perak, dan emas?
Imbah hasil pada investasi properti, perak, dan emas, bergantung terhadap waktu, kondisi pasar, dan pemilihan aset.
Abhishek Kumar, penasihat investasi yang terdaftar di Securities and Exchange Board of India (Sebi) dan pendiri serta kepala penasihat investasi di SahajMoney mengatakan pada aset real estat, pendapatan sewa dan apresiasi modal sangat bervariasi berdasar lokasi.
“Sementara imbal hasil komoditas berfluktuasi dengan permintaan dan sentimen investor,” katanya disadur dari Hindustan Times.
Aset bermerek atau berkualitas tinggi dalam kategori apa pun cenderung berkinerja lebih baik.
Secara keseluruhan, diversifikasi di seluruh kelas aset ini, yang selaras dengan tujuan keuangan pribadi, tetap menjadi kunci strategi investasi yang seimbang.
Apa yang harus Anda investasikan?
Emas, perak, dan real estat mempunyai tujuan investasi yang berbeda. Emas bisa bertindak sebagai tempat berlindung yang aman selama periode ketidakpastian geopolitik dan menawarkan likuiditas tinggi.
Namun investor harus berhati-hari dalam mengejar harga tertinggi.
Madhupam Krishna, penasihat investasi terdaftar (RIA) dan kepala perencana di Securities and Exchange Board of India (Sebi), WealthWisher Financial Planner and Advisors menganjurkan memanfaatkan penurunan harga untuk mengakumulasi emas sebagai aset.
“Investor juga bisa melakukan SIP (Systematic Investment Plan) dalam emas digital untuk jangka panjang,” katanya.
Investor harus memprioritaskan opsi penyimpanan yang likuid dan berbiaya rendah seperti ETF atau emas digital daripada pembelian fisik.
Sementara itu, perak menawarkan daya tarik investasi dan industri, sehingga lebih volatil daripada emas.
“Kami percaya bahwa komoditas (emas dan perak) tentu harus menjadi bagian dari portofolio investor, dan alokasinya harus sekitar 10-15% dari keseluruhan portofolio,” kata Hardaman Singh Seth, Kepala Bisnis – ETF, Mirae Asset Investment Managers (India).
Di bidang properti, lokasi tetap penting dan membutuhkan riset yang cermat; Investor disarankan untuk fokus pada area yang menawarkan pengembalian berkelanjutan daripada mengejar tren secara membabi buta.
Untuk properti, jenis aset sangat penting. “Investasi properti konvensional bisa masuk akal tergantung pada ketinggian, lokasi, dan faktor lainnya. Untuk tujuan investasi, instrumen seperti REIT (Real Estate Investment Trusts) dapat memberikan eksposur dengan alokasi yang disarankan sekitar 10%,” kata Kumar. (*)
Baca artikel lainnya:
