Kejari Bantul Titipkan Barbuk Pabrik Narkoba ke Bank

by

Bantul, Koran Jogja – Karena tidak adanya fasilitas penyimpanan uang tunai di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul, maka salah satu barang bukti (Barbuk) dari penggerebekan pabrik narkoba pada tahun lalu dititipkan ke Bank BRI.

“Kami telah menerima Barbuk dari Direktorat Narkoba Mabes Polri berupa uang tunai dalam bentuk berbagai pecahan dengan total nominal Rp23,7 miliar,” kata Kepala Kejari Bantul Suwandi, Senin siang (18/4).

Barang bukti ini merupakan hasil penggeledahan dan pengungkapan kasus pabrik narkoba yang disebut terbesar di Indonesia di Kecamatan Kasihan tahun lalu.

Dalam rinciannya, ada sebanyak Rp2,7 miliar dalam bentuk Rupiah dalam pecahan seratus ribu. Kemudian sisanya sebesar Rp21 miliar dalam bentuk pecahan Dollar Singapura.

Di kasus ini, kepolisian mendapatkan 31 macam. Kasus yang segera disidangkan di PN Bantul ini menurut Suwandi terdiri dari empat berkas perkara.

“Uang hasil penjualan apa, kami belum tahu soalnya belum sidang; tapi yang jelas ada kaitannya dengan perkara pabrik obat tidak izin,” katanya.

Karena tidak memiliki ruang penyimpanan uang tunai, sampai masa sidang selesai. Kejari Bantul menitipkan uang barbuk tersebut ke BRI Bantul.

Pada September lalu, Tim dari Mabes Polri menggerebek pabrik pembuatan pil-pil psikotropika di Jalan IKIP PGRI Desa Ngestiharjo, Kasihan. Polisi mengamankan empat pelaku yang merupakan jaringan dengan beberapa kota besar lainnya.

Di dalam pabrik, ditemukan tujuh mesin pembuat pil psikotropika yang setiap hari mampu memproduksi dua juta pil. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *