Dua Ribu Gedung KUD se-Jawa Bakal Digitilasasi

by

Bantul, Koran Jogja – Sebagai upaya mendukung eksistensi usaha mikro kecil menengah (UMKM) menghadapi pandemi Covid-19. Sebanyak 2.000 gedung Koperasi Unit Desa (KUD) bakal digitalisasi.

Konsep ini bakal diprogramkan oleh Induk KUD (INKUD) dengan mengandeng Jaringan Logistic Indonesia (JLI).

Dalam rilis, Kamis (27/5), Direktur INKUD Portasius Nggedi
terobosan baru untuk mendukung UMKM di Jawa untuk berperan penting dalam pembangunan perekonomian nasional.

“UMKM selama ini telah menjadi penggerak roda ekonomi domestik. Keberadaan UMKM juga menjadi jaring pengaman terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah untuk menjalankan kegiatan ekonomi produktif,” tulisnya.

Di daerah pedesaan, keberadaan UMKM ini tidak bisa terlepas dari KUD yang menjadi penyedia kebutuhan modal kerja.

Lewat KUD, selain untuk pemenuhan kebutuhan hidup, diharapkan masyarakat mampu memberdayakan dirinya sendiri serta lingkungannya.

“Keberadaan KUD menjadi wadah masyarakat desa untuk dapat meningkatkan pendapatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan hidup,” lanjutnya.

Sayangnya, di tengah pandemi Covid-19, UMKM menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Supply, demand hingga rantai pasok terganggu sehingga menghambat gerak bahkan eksistensi UMKM.

Bersama dengan JLI, INKUD bakal mendigitalisasi gudang-gudang KUD untuk membantu warung-warung di sekitarnya sebagai mitra usaha baru.

Program ini secara nyata akan membantu mitra UMKM untuk mendapatkan barang-barang pokok dengan sistem konsinyasi sehingga memudahkan mereka berjualan tanpa modal awal.

“Langkah tersebut dimulai dari Pulau Jawa, di mana terdapat sekitar 2000 KUD,” urainya.

Dalam skemanya, warung-warung kelontong yang berada dalam radius 10 Km dari lokasi gudang KUD akan mendapat pasokan barang dengan harga lebih murah dan pengiriman yang lebih cepat.

Kerjasama INKUD bersama JLI akan dirilis secara resmi pada Senin (31/5) di KUD Piyungan, Bantul. Bertajuk ‘Gerebek Desa’, juga bakal digelar bazar murah barang-barang kebutuhan pokok bagi masyarakat sekitar.

“Integrasi ini sejalan dengan upaya kami dalam memperluas jangkauan mitra usaha hingga ke skala mikro seperti pedagang warung. Dengan demikian mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang bersama Induk KUD,” ungkap Portasius.(set)