KPPS Terkena Tracing, KPU Bantul Kurangi Personel TPS Terdekat

by

Bantul, Koran Jogja – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul bakal mengurangi personel Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) terdekat dari tiga personil yang hari ini terkena tracing. Dua personel KPPS di Banguntapan dan satu di Sewon terkena trancing karena kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

“Ketiganya hari ini mengikuti tes swab yang hasilnya keluar hari ini juga. Jika negatif, mereka bisa lanjut bertugas. Namun bila positif, maka personil KPPS di tempat pemungutan suara terdekat akan dikurangi,” jelas Kepala Divisi (Kadiv) Teknis Penyelenggaraan KPU Bantul Joko Santoso, Selasa (8/12).

Namun Joko memastikan seandainya kemungkinan buruk terjadi, jika hanya dua sampai tiga petugas terkena tracing positif, tidak perlu dilakukan pergantian. Pasalnya setiap TPS bisa dijalankan dengan lima orang dari tujuh orang petugas yang tersedia sekarang.

Jika memang nantinya ada TPS yang personil KPPS nya kurang dari lima, maka personel dari TPS terdekat akan digeser untuk menggantikan petugas. KPU Bantul menyatakan dari 14 ribu anggota KPPS dan 4.000 personel Linmas yang telah menjalani tes cepat Covid-19, kurang dari 40 orang reaktif dan sudah diganti.

Mengenai penyaluran logistik ke TPS, Joko mengatakan sampai Selasa siang semua terkendali. Sempat ada laporan mengenai kekurangan pelindung wajah untuk petugas di Kecamatan Pundong, namun sudah teratasi.

Bekerjasama dengan PT Pos Indonesia dan Polres Bantul, pembagian logistik ke 2.086 TPS menggunakan 23 armada dan sebanyak 120 personel dilibatkan.

Selasa siang, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Bantul membagikan 75 ribu masker ke seluruh TPS sebagai antisipasi resiko penularan Covid-19 karena adanya kerumunan saat pemilihan.

“Jadi nanti setiap desa akan mendapatkan seribu masker yang akan dibagikan rekan-rekan FPRB. Kami berharap pembagian ini dilakukan kepada pemilih yang kedapatan tidak menggunakan masker,” jelas Ketua FPRB Waljito saat proses penyerahan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul.

Waljito berharap gerakan memakai masker tidak menghalangi masyarakat menggunakan hak pilih di TPS dan terbebas dari penularan COVID-19.

“Kami akui seribu masker sedikit, namun minimal kita sudah berusaha agar penyebaran COVID-19 tidak terjadi,” kata Waljito.

Sementara Kepala Staf Bidang I BPBD Bantul Budianta mengatakan gerakan pemberian masker ini selaras dengan program Pemda DIY yang menargetkan sejuta masker untuk pencegahan penularan Covid-19 yang meningkat dalam tiga minggu terakhir.(set)