Sindikat Jakarta, Liburan Sambil Gasak Barang Swalayan

by

Bantul, Koran Jogja – Sembari berlibur ke Daerah Istimewa Yogyakarta, sembilan orang asal Jakarta mengasak barang-barang di sebuah swalayan di Bantul. Sindikat ini berhasil menggondol barang senilai Rp7 juta sekali operasi.

Dipertontokan pada awak media, Jumat (20/5), sindikat ini terdiri dari enam pelaku pria dan tiga pelaku perempuan.

“Mereka kami tangkap di sebuah hotel di Kota Yogyakarta pada Sabtu (14/5) malam. Sebelumnya, siang hari mereka mengasak barang-barang diswalayan di Jalan Bantul,” jelas Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Archye Nevadha.

Para pelaku tiga perempuan yaitu DH, VK dan YY. Dimana DH adalah pentolan komplotan. Kemudian enam pria YF, IW, AF, EA , RF, dan MF. Lima pelaku adalah pembawa barang dan satu sebagai pengawas situasi.

Dalam operasinya, sindikit ini menargetkan swalayan-swalayan yang tidak memiliki sensor pengecek harga yang biasa terpasang di pintu masuk dan keluar.

“Modusnya, tiga pelaku perempuan mendatangi rak-rak barang. DH dan YY bertugas mengawasi keadaan. Kemudian VK sebagai pengambil barang,” jelas Kasat Reskrim.

Usai mendapatkan barang yang sesuai kriteria incaran, yaitu non pangan dengan harga mahal dan berkadaluarsa panjang. Dari tangan VK, barang ini kemudian berpindah pada lima pria yang masing-masing membawa tas.

Mereka lantas keluar bergantian usai mencari kelengahan satpam. Dari satu swalayan ini mereka mendapatkan total barang senilai Rp7 juta.

“Dari pemeriksaan mereka juga melakukan tindak pidana yang sama di Sleman da Kota Yogyakarta. Rencana setelah terkumpul, hasil curian dibawa ke Jakarta untuk dijual murah di pasar,” lanjut Nevandha.

Meski berasal dari banyak daerah, komplotan ini berangkat bersama dari Jakarta atas kordinasi DH.

Didepan awak media, DH mengaku baru pertama kali melakukan aksinya di DIY. Dia mengaku pernah melakukan aksi yang sama di Jawa Barat atau Sumatera Barat.

“Ini baru pertama kali. Kami datang ke Yogya dalam rangka liburan. Dua mobil yang kami gunakan hasil sewaan,” katanya.

Terkait hasil kejahatan, DH mengaku setiap orang mendapatkan bagian senilai Rp150 ribu.

Kesembilan pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara maksimal tujuh penjara. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *