28 Siswa Bantul Tak Ikuti ASPD, Sekolah Jogja Siapkan Genset

by

Bantul, Koran Jogja – Sebanyak 28 siswa dari sebelas kecamatan di Bantul terpantau tidak mengikuti Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) di hari pertama kemarin.

Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta mengapresiasi kesiapan sekolah-sekolah dalam mengantisipasi dalam pelaksanaan Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) 2022.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Isdarmoko menyebut ada 28 siswa yang tidak mengikuti ini tidak hadir dengan berbagai alasan. Dugaan kuat, mereka tidak mengikuti ASPD karena tak ingin melanjutkan ke sekolah menengah negeri.

“Para siswa ini tersebar di Kelompok Kerja (Pokja) yang ada di sebelas kecamatan. Rinciannya, di Pokja Pundong, Pandak, Kretek dan Banguntapan dilaporkan satu siswa yang tidak mengikuti ASPD,” kata Isdarmoko.

Kemudian di Pokja Sedayu, Piyungan dan Pokja Dlingo ada masing-masing melaporkan dua siswa SMP sederajat tidak hadir. Di Pokja Sewon ada tiga orang, di Pokja Bambanglipuro ada empat orang dan yang terbanyak ada di Pokja Bantul dimana 10 siswanya tidak mengikuti ASPD.

“Kami tidak mempermasalahkan mereka tidak mendaftar dan melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri. Namun jika ingin masuk ke sekolah negeri, hasil ASPD menjadi syarat wajib setelah rapor,” katanya.

Disdikpora sendiri memberi kesempatan mengikuti ASPD susulan pada 23-24 Mei nanti. ASPD susulan ini juga bisa diikuti oleh siswa luar Bantul atau DIY yang ingin melanjutkan pendidikan di Kota Pendidikan.

“Khusus siswa dari luar, bisa mulai mendaftar untuk ASPD susulan pada 8 Juni. Sejauh kami tidak mendapatkan laporan mengenai persoalan jaringan internet maupun listrik,” katanya.

Anggota Forpi Kota Yogyakarta, Baharuddin Kamba mengapresiasi kesiapan sekolah-sekolah dalam mengantisipasi dalam pelaksanaan ASPD 2022 online.

“Terutama usaha sekolah menyiapkan genset sebagai antisipasi jika terjadi pemadaman listrik saat pelaksanaan ASPD. Beruntungnya hingga pelaksanan di hari kedua tidak terjadi pemadaman,” kata Kamba.

Forpi sendiri pada hari ini kedua pelaksanaan ASPD melakukan pemantauan di beberapa sekolah seperti di SMPN 8 Kota Yogyakarta , SMP Muhammadiyah 2 Kota Yogyakarta dan SMP Kanisius Gayam. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *