Selasa, 27 Januari 2026
Koran Jogja

Kesalahan Berpakaian saat Wawancara Kerja atau di Kantor

Cara Membangun Hubungan yang Kuat dengan Bos di Kantor. (pixabay)
Cara Membangun Hubungan yang Kuat dengan Bos di Kantor. (pixabay)

Koran Jogja – Baik yang hendak melakukan wawancara kerja atau pergi ke kantor, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam berpakaian.

Kesan pertama tidak hanya berpengaruh. Namun juga permanen. Pakaian, meski tidak pernah mencerminkan Gambaran utuh, sering menjadi bingkainya.

Kesalahan kecil dalam berbusana di lingkungan profesional pun bisa merugikan Anda. Berikut sejumlah kesalahan berpakaian yang sebaiknya dihindari.

Berpakaian Terlalu Kasual untuk Lingkungan Kerja

Semua orang tentu suka dengan kenyamanan. Namun itu ada waktu dan tempatnya. Ketika akan melakukan wawancara kerja dengan memakai celana jin atau sepatu kets, itu membuat Anda terlihat kurang siap. Kecuali jika budaya perusahaan sangat santai.

Hal yang sama juga berlaku untuk pakaian kerja. Ketika semua orang memakai pakian semi-formal dan Anda datang dengan kaus bergambar dan legging, itu secara tidak sengaja membuat diri Anda tidak profesional meski Anda hebat.

Sebaiknya Anda mengamati, melihat petunjuk di situs website perusahaan, media sosial atau menanyakan ke HRD mengenai aturan berpakaian jika kurang yakin.

Berpakaian sedikit berlebihan akan lebih aman dibandingkan terlihgat seperti tidak berusaha.

Mengabaikan Kesesuaian dan Jahitan

Jika tidak tepat, mengenakan pakaian termahal pun bisa terlihat buruk. Celana menggumpal di pergelangan kaki, kemeja dengan kancing menganga atau blazer terlalu ketat di bahu.

Itu bisa membuat terlihat canggung dan bisa memengaruhi kepercayaan diri Anda.

Anda bisa memilih celana panjang yang dijahit dengan rapi supaya bisa meningkatkan penampilan.

Ini bukan mengenai menjadi seorang fashionista. Namun lebih kepada menunjukkan diri Anda peduli terhadap detail, termasuk pada diri sendiri.

Mengenakan aksesori yang mencolok atau mengganggu

Dilansir dari times of India, kalung yang besar mungkin terlihat bagus dikenakan saat makan siang. Namun jika di runag rapat, mungkin bisa mengalihkan perhatian.

Termasuk juga gelang yang mencolok dan berdenting, tas neon yang terang, atau riasan yang dramatis.

Anda bisa memakai sepasang anting sederhana, jam tangan klasik atau syal berwarna kalem sehingga bisa memeprcantik penampilan.

Mengabaikan sepatu

Orang memperhatikan sepatu Anda. Sepatu flat yang lecet, stiletto terlalu tinggi, atau sepatu kets yang kotor bisa merusak penampilan yang seharusnya rapi.

Anda bisa memilih sepatu yang bersih, rapi, dan cukup nyaman digunakan  berjalan. Misalnya sepasang sepatu loafer klasik, sepatu hak sedang, atau bahkan sepatu bot setinggi mata kaki yang ramping.

Mengenakan pakaian yang tidak mencerminkan peran Anda

Hindari memakai pakaian yang terlalu trendi yang mungkin tidak bertahan lama atau gaya yang terasa terlalu kasual untuk level Anda.

Anda bisa memilih siluet dan bahan yang tak lekang waktu. Semisal blazer terstruktur, kemeja katun berkualitas, celana panjang yang dibuat dengan baik, atau rok pensil.

Tidak Siap Menghadapi Kejutan

Perubahan cuaca, tumpahan kopi, rapat mendadak dengan manajemen, terkadang kehidupan nyata tidak memberi waktu untuk menyegarkan diri.

Jika pakaian Anda tidak praktis, maka bisa menghabiskan banyak waktu menyesuaikannya.

Solusinya adalah, simpan perlengkapan darurat di tempat kerja atau di dalam tas. Misalnya peniti, rol serat, kertas isap, bahkan mungkin kemeja atau celana ketat cadangan.

Ini bukan menjadi paranoid, tapi tentang sikap. Semakin Anda bisa menghadapi hal tak terduga, Anda akan semakin teguh. (*)

Baca artikel lainnya:

Leave a Reply