Ketua Baru, Paguyuban Kawula Mataram Menggandeng Anak Muda

by

Sleman, Koran Jogja – Kebudayaan mataram diharapkan menjadi tameng kuat dari kebudayaan asing yang terus menggempur generasi muda, hal itu disampaikan Heru Sutrisno Notodimedjo Ketua Paguyuban Kawula Mataram Se Nusantara.

Heru Sutrisno mengaku merasa terhormat untuk menjalankan amanah Susuhunan Sultan Agung Hanyakrakusuma yang menaruh perhatian khusus pada urusan kebudayaan di Bumi Mataram.

Heru didaulat menjadi ketua umum hingga 2026 mendatang.

“Kebudayaan Mataram ini bakal menjadi akar yang kuat, tameng yang tangguh. Selian itu juga akan menjadi benteng yang kokoh, tidak mudah dijebol dan diobrak – abrik oleh kebudayaan seberang yang bisa jadi bertentangan dengan nilai-nilai adi luhung kita,”kata Heru dalam sambutannya di Omah Dahar Mbah Wanto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Minggu (14/11/2021).

Organisasi sosial kemasyarakatan ini disebut dapat menjadi motor penggerak. Terinspirasi oleh Ki Ageng Suryamentaram, dalam periode kepengurusannya, Heru berencana melakukan pendalaman nilai – nilai budaya Mataram.

“Mengkaji dan mendalami ilmu – ilmu adi luhur, filsafat dan sastra Jawa. Melalui kegiatan belajar Ha-Na-Ca-Ra-Ka diharapkan para anggota memiliki kesempatan belajar seperti Sastra Gending karya Kanjeng Susuhunan Agung. Tentu keterlibatannya dalam paguyuban bisa lebih bermakna,”imbuhnya.

Dia mengajak kepada pengurus yang telah dikukuhkan untuk memikirkan penghidupan paguyuban agar menjadi organisasi yang mandiri, berkembang dan bermanfaat. Sebagai Ketua Umum yang baru Heru berencana menampilkan paguyuban menjadi lebih luwes khususnya pada generasi muda sebagai generasi penerus.

“Kita harus mengupayakan sebanyak – banyaknya keterlibatan anak muda dalam paguyuban. Karena mereka yang akan mewarisi dan menjaga nilai paguyuban ini tetap ada dan mungkin dengan cara – cara baru, yang tentunya tidak terpikirkan oleh generasi pendahulu,”Ujarnya.

Sementara itu, Dewan Penasehat Paguyuban Ki Wonoboyo dalam amanahnya memberikan wejangan kepada pengurus pusat dan anggota yang hadir. Wonoboyo mewanti – wanti agar mereka senantiasa berhati – hati dan cermat dalam menjalankan program kegiatan.

“Termasuk ketika turut serta dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah, TNI/Polri, organisasi, ormas lain, agar tidak tergelincir dan terkesan menjadi alat politik,”katanya.

Dia berpesan agar keluarga besar Paguyuban Kawulo Mataram ikut berperan aktif peduli terhadap Bangsa dan Negara Republik Indonesia serta keutuhan NKRI. Keutuhan yang dimaksud yakni dalam wujud adat istiadat dengan jiwa tepa selira welas asih akhlaqul kharimah terhadap sesama umat serta menjaga kerukunan di dalam masyarakat.

Setelah lebih dari satu dekade berkiprah di tengah masyarakat, Paguyuban Kawula Mataram Se-Nusantara tersebut konsen dalam kegiatan sosial kemasyarakatan berbasis budaya. Kedepan diharapkan kegiatan ini akan terus berkembang dan berusaha mengejawantahkan tujuan pendiriannya. (Mar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *