Ketua MPW PP DIY Khawatirkan RUU HIP Picu Perpecahan Bangsa

by 4 months ago

Yogyakarta – Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila DIY, R Faried Jayen Soepardjan menyoroti Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang resmi ditetapkan menjadi RUU inisiatif DPR RI lewat paripurna Selasa (12/6). Ia khawatir RUU tersebut bisa memicu perpecahan bangsa.

Faried Jayen mengatakan pihaknya sejak awal menolak digulirkannya RUU tersebut. “Kami dari awal sudah menolak. Kami rasa ada sesuatu yang ingin dicapai dibalik RUU ini. Apapun tujuannya, baik atau tidak, itu bisa memicu perpecahan yang tinggi,” kata dia saat dikonfirmasi pada Senin (22/6).

Poin-poin yang ada di dalam RUU tersebut antara lain muatan trisila, yaitu sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, serta ketuhanan yang berkebudayaan, dan ekasila, yaitu gotong royong. Sedangkan yang paling mendasar menjadikan kontroversi, tidak disertakannya Tap MPRS tentang pembubaran organisasi PKI dalam konsideran ‘mengingat’ di draf RUU tersebut.

Faried Jayen menyampaikan polemik atas RUU itu lama-lama bisa menjurus pada disintegrasi bangsa ketika dibiarkan. Ketika di tingkat bawah sudah terbelah, berpotensi membahayakan perpecahan di tingkat tinggi.

“Pancasila itu sudah final tidak bisa diganggu gugat, pakemnya sudah ada. Ketika ideologi bangsa diotak-atik maka akan memicu polemik di masyarakat,” ucapnya.

Faried Jayen bersama organisasi masyarakat di DIY yang dipimpinnya secara tegas tetap menjadi salah satu ujung tombak untuk menjaga Pancasila. Ia juga berharap agar para kader dan anggotanya menyikapi situasi ini secara cerdas.

Faried Jayen menambahkan ia juga mengapresiasi para anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang menolak RUU ini. Ia menyebut masih banyak hal yang bisa dibahas oleh anggota DPR RI ketimbang mengangkat dasar Negara Pancasila.

“Kan masih banyak yang harus dibahas. Tentang kesejahteraan rakyat, pemantauan berjalannya pemerintahan yang benar, kenapa harus mengangkat dasar Negara kita,” tegasnya.(rid/roy)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *