Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono Sambangi Muhammadiyah, Ini yang Dibicarakan

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir bersama Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto menerima silaturahim Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Sekjen DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Renville Antonio, dan Heri Sebayang Ketua DPD Partai Demokrat DIY. Juga hadir secara online, mantan Ketua Umum Muhammadiyah Prof Syafii Maarif.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu dibahas empat poin terkait isu-isu kebangsaan. Pertama, kaitan dengan ancaman demokrasi. “Kita tahu ujian dan tantangan demokrasi akan terus kita hadapi. Juga termasuk di masa pandemi ini. Kedepannya kita berharap bisa merawat demokrasi dalam semangat berpijak pada konstitusi yang berlaku,” kata AHY dalam keterengan pers usai pertemuan dilaksanakan secara tertutup, tersebut.

Kedua, pancasila sebagai dasar negara sudah menjadi keputusan bangsa dan harus terus dijaga dan diterapkan sebenar-benarnya. Pancasila tidak menjadi pelabelan oleh kelompok tertentu untuk menggebuk kelompok lainnya.

“Jangan kita mudah menyarakan pancasila, padahal kita tidak menerapkan itu sejatinya nilai-nilainya kita berharap pancasila jangan menjadi pelabelan saja. Satu kelompok melawan kelompok yang lain.

AHY mengatakan pancasila menjadi melting pot, menjadi konsensus bersama untuk menampung segala perbedaan dan keberagaman di Indonesia.

Ketiga, diskusi mengenai nilai-nilai keagamaan dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Kita ingin Indonesia juga terus luhur dan jati dirinya terjaga sampai kapanpun. Walaupun kita tahu di tengah-tengah perkembangan zaman dengan teknologi yang luar biasa, politik yang berdasar pada kebohongan-kebohongan diulang-ulang kemudian sangat mudah diyakini menjadi kebenaran yang baru dan menghasut masyarakat kita. Ini bahaya dan memecah belah. Tentunya kita harus melawan bersama. Kita tidak boleh terjebak pada hoaks politik yang menghalalkan segala cara,” papar AHY.

Keempat, pihaknya bersama PP Muhammadiyah sepakat Indonesia negara yang majemuk, tentu harus utuh selamanya. Jangan sampai seperti beberapa negara di belahan dunia yang pernah menjadi negara besar kemudian runtuh berkeping-keping.

“Perseteruan antar kelompok dan pertentangan antar identitas itu harus kita cegah. Buangan sampai menjadi benih-benih konflik yang berakibat pada perpecahan di Indonesia,” ucapnya.

Sementara, Haedar mengatakan bahwa silaturahim ini sudah lama diagendakan. Pertemuan tersebut merupakan ajang diskusi dan silaturahim mengenai kebangsaan dan kenegaraan.

“Tentu dalam dua perspektif yang berbeda. Satu dari Mas AHY dari aspek politik sebagaimana posisinya sebagai ketua umum Partai Demokrat dan kami (Muhammadiyah) dari perspektif kemasyarakatan dan kebangsaan yang tentu tidak masuk ke arena partai politik,” tutur Haedar.(rls/rid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *