KPU Bantul Temukan Seribu Surat Suara Rusak

by

Bantul, Koran Jogja – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul menemukan kurang lebih seribu surat suara yang rusak saat proses pensortiran dan pelipatan surat suara. 704.688 surat suara akan disebar ke 2.085 tempat pemungutan suara (TPS) pada H-1 atau 8 Desember 2020.

Ditemui di kantornya, Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho menyatakan pihaknya telah menerima surat suara dari percetakan sejumlah daftar pemilih tetap (DPT) ditambah 2,5 persen surat suara cadangan dan dua ribu surat suara untuk pemungutan suara ulang (PSU) jika harus dilakukan.

“Surat suara yang rusak didominasi potongan surat yang tidak presisi sesuai ukuran 18 x 23 cm ini tidak presisi. Kemudian ada surat yang warnanya yang tidak cerah atau buram,” jelas Didik, Selasa (24/11).

Selain kerusakan, KPU juga menemukan adanya kekurangan surat dalam satu bendel surat suara yang dikirimkan percetakan. Satu bendel surat suara beriisikan dua ribu, namun untuk total kekurangan surat suara kurang dari seribu.

KPU menurut Didik akan segera membuat berita acara kerusakan dan kekurangan surat suara agar segera dikirim oleh percetakan. Dikerjakan sejak akhir pekan lalu, sebanyak 80 tenaga kerja, 12 diantaranya adalah penyandang disabilitas dikerahkan KPU.

“Kami menerapkan protokol kesehatan dalam proses pensortiran dan pelipatan surat suara. Kami memisahkan pekerja agar berjarak,” lanjut Budi.

Berbahan kertas HVS dengan ketebalan 80 gram, surat suara ini dicetak berwarna dengan menampilkan empat foto calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati pilkada Bantul 2020. Sebagai pengaman, KPU menambahkan mikroteks, agar tidak bisa dipalsu.

Untuk surat suara yang rusak, Didik mengatakan pihaknya akan mengundang Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan melihat proses pemusnahan dengan dibakar.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Bantul Joko Santoso, KPU Bantul menargetkan penyortiran dan pelipatan akan selesai pada sebelum Desember.

“Ditargetkan surat suara sesuai DPT ditambah cadangan sudah terdistribusi pada H-1 sebelum pencoblosan berbarengan dengan perlengkapan pencoblosan yang lain,” katanya.

Sedangkan untuk alat pelindung diri petugas penyelenggaran pemunggutan suara (PPPS) di TPS, Joko mengatakan APD berupa masker, face shield, cairan pembersih, dan tempat cuci tangan portabel sudah disalurkan. Tinggal baju hazmat yang masih menunggu dari pusat.(set)